Pulih, Tontowi Lahap Latihan Bak Orang Kelaparan

Menuju Asian Games 2014

Pulih, Tontowi Lahap Latihan Bak Orang Kelaparan

- Sport
Jumat, 29 Agu 2014 16:20 WIB
Pulih, Tontowi Lahap Latihan Bak Orang Kelaparan
Badminton Indonesia
Jakarta - Tontowi Ahmad sudah tak merasakan sakit di engkel kiri. Kekecewaan batal ke Kejuaraan Dunia juga sudah terhapus. Pebulutangkis yang baru saja menutup masa lajang itu menggenjot latihan semaksimal mungkin demi emas Asian Games XVII/2014 di Incheon, Korea Selatan.

Owi, demikian dia akrab disapa, melahap porsi latihan yang disodorkan Richard Mainaky, sang pelatih dengan rakus. Berpasangan dengan Liliyana Natsir, Owi tak kesulitan saat harus menjalani pertandingan dua lawan tiga pemain putra di hall Pusat Bulutangkis Indonesia, Cipayung, Jakarta Timur Kamis (28/8/2014) sore.

Kemudian dijelaskan oleh Richard latihan itu rutin dilakoni sejak 22 Agustus alias sepekan lalu. Artinya, Owi sudah benar-benar pulih dari cedera engkel kanan yang membekapnya pada Australia Terbuka Juni lalu. Tapi bukan berarti tak ada sisa dari cedera itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

β€œSetiap latihan saya lihat Owi sering tidak berani melakukan hal-hal yang berat. Dia masih trauma. Baru mulai hari Jumat pekan lalu saya coba beri latihan berat,” kata Richard kepada detikSport.

β€œHasilnya, apa yang dilakukan dia sebelum-sebelumnya sudah mulai terlihat baik. Jadi dia sudah pulih 100 persen. Tinggal kita matangkan dia secara teknik,” tambah dia.

Nah, formasi dua lawan tiga itulah yang diaggap sebagai latihan paling ideal untuk menghapus trauma Owi. Latihan itu juga dianggal yang paling pas untuk mengasah kecepatan langkah Owi dan Liliyana.

β€œTeknik juga terbantu dengan Owi/Butet yang keroyok tiga orang pemain cowok semua itu. Mereka lakukan semacam simulasi game biar tidak bosan juga. Makanya semua pemain lawan cowok, kalau cewek kecepatan malah bisa makin turun,” beber Richard.

Owi juga mengaku sudah baik-baik saja. Tak ada masalah.

"Sudah... ," kata Owi sembari mengacungkan ibu jarinya dan berlalu ke tengah lapangan.

Tapi Richard tak memungkiri cabang olahraga permainan punya risiko lebih tinggi dibandingkan terukur. Apalagi kekuatan bulutangkis sudah merata di negara-negara Asia, meski China dan tuan rumah tetap menjadi lawan terberat.

β€œPeluang cukup besar. Dalam persaingan Asia, China yang jadi pesiang utama, sambil tetap waspadai juga yang lain seperti Korea,” ucap Richard.

Faktanya, hasil ganda campuran terbaik tanah air itu di turnamen internasioanl belakangan memang naik turun. Saat tampil di Indonesia Terbuka Juni lalu, Owi/Butet gagal melaju ke babak final. Mereka dikalahkan unggulan ketiga asal China, Xu Chen/Ma Jian di semifinal.

β€œSekarang fokus bagaimana Owi/Butet ini bisa dapat emas!” tegas Richard.

β€œNaik turun di grand prix gold atau super series itu wajar. Mereka memang disiapkan di turnamen prioritas seperti All England, Kejuaraan Dunia, dan Asian Games nanti serta puncaknya di Olimpiade,” jelas Richard.

(mcy/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads