"Saat ini program latihan anggar masuk dalam proses penururan volume latihan, tapi intensitas yang dinaikkan. Intinya sih tinggal penyempurnaan taktik dan kecepatan teknik tangan para atlet sembari tetap menjaga kondisi dan mood para atlet juga," kata pelatih nasional cabang anggar Lucky Ramdhani, di sela latihan di kawasan Gelora Bung Karno Senayan, Selasa (2/9/2014).
Anggar menjadi dua cabang terakhir yang masuk dalam daftar proyeksi pelatnas Asian Games, selain 22 cabang olahraga lainnya. Berlatih sejak Februari, anggar direncanakan akan mengikuti dua nomor yakni nomor sabel perorangan putri dan sabel beregu putri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Target ini bisa dibilang paling realistis mengingat tahun sebelumnya, cabang ini tidak mengikuti event internasional sama sekali. Terakhir mereka melakoni Kejuaraan Asia dua tahun lalu yaitu Kejuaraan Asia U-23 di Filipina. Selain itu, Kejuaraan Asia Junior 2012 di Bali.
"Pada dua event itu, kita (anggar Indonesia) dapat perunggu. Sementara di posisi satu dan dua masih dipegang China dan Korea. Sementara 2013, kita sama sekali tidak ada pertandingan sama sekali," beber Lucky.
Sementara saat Kejuaraan Dunia di Rusia, Juli 2014, tim anggar Indonesia hanya mampu lolos babak penyisihan. "Jadi medali perunggu itu sudah target paling realistis."
Tentang peta persaingan, China, Korea dan Khazastan masih menjadi negara tangguh di Asia. "Korea dan China itu selama setahun bisa mengikuti 15-16 kompetisi secara rutin. Kalau kita kan engga setahun saja belum tentu dua kali uji coba jadi memang gap-nya jauh sekali. Mereka juga profesional. Tapi kita tetap akan berusaha untuk capai medali," simpulnya.
(mcy/din)











































