Lari Sembari Beramal Jadi Misi Sosial Bromo Marathon

Lari Sembari Beramal Jadi Misi Sosial Bromo Marathon

- Sport
Sabtu, 06 Sep 2014 01:02 WIB
Lari Sembari Beramal Jadi Misi Sosial Bromo Marathon
Pasuruan -

Perhelatan Bromo Marathon 2014 mempunyai misi lain dalam penyelenggaraannya. Tak cuma sekadar beradu menjadi yang terbaik, misi sosial juga tersemat dalam ajang ini.

Dalam beberapa tahun terakhir banyak masyarakat mulai mengadopsi olahraga lari sebagai bagian dari gaya hidup mereka. Berbagai lomba lari pun diikuti demi beberapa tujuan. Ada untuk eksistensi, price money (hadiah uang), atau untuk mendapatkan tujuan dari sisi lain.

Khusus Bromo Marathon, sang founder memang punya misi sosial karena ajang ini dijadikan sebagai sebuah penggalangan dana untuk dunia pendidikan masyarakat sekitar Bromo, seperti diantaranya sekolah dan perpustakaan umum di Kecamatan Tosari dan Kabupaten Pasuruan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sudah ada target untuk beberapa sekolah cuma kondisional juga, kami akan lihat lagi. Karena pengalaman dari tahun kemarin sekolah yang dibantu responnya kurang baik. Ya intinya pemberian charity ini akan dilakukan secara bertahap,β€Ž"kata Co-Direction sekaligus founder Bromo Marathon, Dedik Kurniawan, kepada detikSport, Jumat (5/9/2014).

Ditambahkan Dedik, saat ini pihaknya juga tengah bekerja sama dengan yayasan Indo Kasih. Hal ini dilakukan supaya para runners bisa memberikan sumbangan secara langsung.

"Ya kebetulan booth-nya sudah kami siapkan di sekretariat. Jadi bisa langsung kasih ke kami," ungkap Dedik.

Rencananya dana ini akan dialokasikan untuk memberi buku dan renovasi pembangunan sekolah-sekolah. Seperti cat ulang gedung perpustakaan.

"Jumlah bukunya sementara ini sudah sekitar 1500 buku. Jenisnya macam-macam ada ensiklopedia, novel, dan jenis buku lainnya. Yang penting buku ini bisa untuk semua usia," ungkap Dedik.

Tak hanya menyimpan misi sosial. Bromo Marathon juga ditujukan untuk menawarkan wisata alam yang sayang jika dilewatkan. Hal ini pun dibuktikan pihak penyelenggara dengan memperluas rute lari yang disiapkan untuk peserta full marathon.

β€Ž"Khusus full marathon, para peserta akan diajak lari sepanjang 42 kilometer. Dulu 'kan (Bromo marathon 2013) khusus full marathon kami buat memutar dua kali dengan jarak 21 km, sekarang tidak. Rutenya diperpanjang sampai melewati Jetak-Kurtoanom," urai Dedik.

"Ya kita bisa lihat di sini peserta yang datang adalah orang-orang yang memang memiliki minat besar terhadap lari. Yang kedua adalah rute yang membuat mereka senang ke sini."

Sebagai gambaran rute Bromo akan dimulai dan berakhir di pedesaan Wonokitri, kemudian melewati wilayah pedesaan di sekitar Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru, yang menyuguhkan keindahan pemandangan alam yang luar biasa menakjubkan. Itu belum termasuk Pura dan interaksi langsung dengan masyarakat Tenger yang unik di sepanjang jalan.

Tak hanya itu, setiap rute akan memiliki tantangan medan yang jauh menerangkan. Jalanan yang naik turun dari yang beraspal hingga jalan setapak akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi para peserta.

Bromo Marathon akan dihelat pada 7 September, dengan 3 kategori lomba : The Bromo Marathon (42, 195 km), The Half Marathon Bromo (21, 097 km) dan The Bromo 10K.

(mcy/cas)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads