Jumat (5/9) malam di Hotel Crowne Plaza, Milan, pebalap GP2 Indonesia, Rio Haryanto, tampak sabar meladeni permintaan foto dan tanda tangan. 20-an fans Rio itu tak hanya sekali minta foto, namun berkali-kali. Tak ada raut lelah meski dirinya baru saja menjalani sesi latihan dan kualifikasi untuk balapan besok.
Rio yang terkesan pemalu itu tampak menyunggingkan senyum simpul, sesekali juga tertawa. Para fans Rio ini adalah rombongan dari 'Pertamax and Fastron Go To Europe 2014', mereka adalah konsumen Pertamax dan Fastron yang menang undian berhadiah dari Pertamina yang cukup diikuti melalui SMS.
Mereka meminta foto dengan Rio. Tak cukup sekali. Para penggemar yang juga pemenang undian ini juga menyertakan atribut yang mereka punya seperti kaus, poster, topi hingga kertas putih untuk ditandatangani pebalap paling moncer di Indonesia saat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya pasti saya merasa ada seperti home sendiri kan, banyak orang Indonesia yang datang, nonton, berikan support secara langsung. Pasti semangat," tutur Rio.
Rio lantas bercerita telah menjalani latihan dan kualifikasi hari Jumat itu untuk bertanding di Sirkuit Monza, Italia. Dirinya mendapatkan start di urutan 10.
"Saya sangat senang, bisa berada di urutan 10, dan kalau bisa dapat poin. Anything is possible di race pertama besok. Racenya akan ada 30 lap, cukup lama, 1 jam racenya. Dengan strategi yang bagus dari tim, kita bisa memperoleh poin," tuturnya optimistis.
Insiden ngadat mesin yang dialaminya saat tanding di Sirkuit Spa Franchorchamps, Belgia dan insiden copot roda saat bertanding di Sirkuit Hungaroring memang membuatnya sempat kecewa. Namun, timnya sudah menganalisa segala kemungkinan agar insiden serupa tidak terjadi lagi.
"Yang pasti di dunia motor sport banyak faktor yang tidak diduga tapi terjadi. Saya merasa adanya insiden di Hungaroring seperti saya urutan kedua tapi tinggal 3 lap sebelum race selesai, tiba-tiba ban saya lepas, itu sangat disayangkan. Dari tim sih sudah analisa apa yang terjadi di situ. Mudah-mudahan hal-hal seperti itu tidak terjadi lagi," tuturnya.
(nwk/rin)











































