Peserta Bromo Marathon edisi kedua sangat antusias menyambut jalannya lomba. Bahkan, mereka sudah berada di lokasi start sejak pagi buta.
Menurut pandangan detikSport, sejak pukul 06.00 peserta sudah mulai berdatangan satu-satu. βMasing-masing memiliki persiapannya sendiri.
Adalah Saftya, 26 tahun, yang sudah melakukan persiapan busana larinya sejak pukul 04.00 pagi. Dia sendiri menginap bersama ketujuh temannya di Kota Pasuruan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, busana yang serba hitam dipadu warna pink dan hijau terang menjadikan style busananya tampak menarik. "Saya prepare dari jam 04.00 pagi. Sebenarnya engga sengaja matching baju. Cuma karena tadi disuruh pakai baju Tangerang Crazy Runners (nama komuditas yang ia geluti) jadi terlihat macht," sahut Saftya.
Diterangkan dia, Bromo Marathon ini merupakan kali kedua ia ikuti. Bedanya tahun lalu nomor larinya 10K, sementara tahun ini ia mengikuti lomba full marathon.
"Target saya di sini (Bromo Marathon) yang penting finish, soalnya pertama kali mencoba 42 km," tutur wanita penyuka warna hijau ini.
Tak hanya Saftya, Tira Roso (50 tahun) dan Park (52 tahun) juga tak mau kalah soal gaya.
Tira yang mengenakan pakaian serba biru, dan Park yang tampak macht dengan balutan kaos lari berwarna hijau berikut ikat kepalannya, dipadu dengan warna pink untuk bawahannya.
"Sudah prepare dari Jakarta mau pakai baju warna apa. Saya memang suka paduin warna. Jadi kalau sepatunya biru cari kaos lari yang warna sama," kata Tira. "Kalau saya kebetulan saja ini warnanya pas," timpal Park.
(mcy/cas)











































