Bromo Marathon edisi kedua sudah resmi dbuka oleh Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf, Minggu (7/9) pagi WIB. Peserta yang sudah melewati garis finis langsung berburu foto yang sudah jadi.
Adalah Irjik Junianto (33 tahun) yang memiliki usaha mengabadikan foto event tersebut. Ia bersama dua orang temannya menjual usaha foto bak foto keliling.
Bedanya, usaha 'foto keliling' mereka khusus untuk pergelaran-pergelaran olahraga seperti golf, road race, termasuk lomba lari Bromo Marathon ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cukup lumayan kalau masalah penghasilan, ketimbang hanya mengandalkan studio. Mungkin karena ini event jadi sedikit berbeda," tambahnya kemudian tanpa mau menyebut berapa keuntungannnya.
Adapun ukuran foto yang mereka jual variatif, yaitu 4R, 6R, dan 10R. Dari foto itu peserta yang ingin membeli tak hanya mendapat hard copy-nya, tapi juga bisa mendapatkan soft copy-nya, asal punya flashdisk.
Harganya? Untuk ukuran 4R dijual Rp 20 ribu per foto, 6R seharga Rp 30 ribu, dan 10R seharga Rp 50 ribu.
Yisca, 35 tahun, peserta lomba lari 10 K mengaku senang bisa mendapatkan foto saat dirinya berada di kawasan Bromo.
"Lumayan buat kenang-kenangan. Kalau harga masih terjangkaulah, lagi kalau bukan mereka yang foto siapa lagi," kata Yisca menanggapi penjual foto.
Senada dengan Yisca, Jamal (43 tahun) yang berasal dari Bontang mengatakan tak masalah soal harga. Terpenting ada kenangan ketika dirinya lari di ajang Bromo Marathon.
"Tidak. Tidak ada masalah sama sekali (harga). Masih bisa terbeli Toh hasilnya juga bagus dan tidak mengecewakan," kata dia.
(mcy/roz)











































