Peserta asal Malang, Hadi Firmansyah (28 tahun) tak menyangka dirinya bisa menjadi juara Bromo Marathon edisi kedua kelas half marathon (21km). Ia pun persembahkan kemenangan ini untuk keluarganya.
Hadi keluar sebagai yang pertama usai melahap lintasan 21 km dengan catatan waktu 1 jam, 56 menit, dan 3 detik. Anak pertama dari tiga bersaudara ini mengalahkan dua peserta lainnya, yaitu David Longo asal Australia yang menorehkan catatan waktu 1 jam, 58 menit, dan 28 detik, dan Bastian Hasslinger asal Jerman yang menorehkan catatan waktu 2 jam, 4 menit, dan 30 detik.
"Nggak nyangka-nyangka bisa jadi juara di sini. Karena baru kali ini juga ikut lomba lari cross country, biasanya ikut lomba marathon biasa yang di jalan raya," kata Hadi usai pergelaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya nggak menargetkan itu (juara). Inginnya jogging saja karena mau persiapan Bali Marathon 2014," sahutnya. "Ya, kemenangan ini buat keluarga saja."
Lain Hadi, lain pula runner-up dari kelas full marathon, Oktavianus Quaasalmy. Ia justru menargetkan untuk bisa menjadi juara dalam ajang Bromo Marathon edisi kedua ini. Okta --begitu ia disapa--, harus puas berada di posisi kedua, usai dirinya disalip oleh peserta asal Belgia, Gaspard Dessy.
"Kalau melihat pesertanya memang nggak ada atlet elit. Cuma memang tadi saat di kilometer 33, saya disalip oleh pemenang pertama (Gaspard)," kata Okta menceritakan kesulitan perlombaan tadi.
"Pas saat saya kejar lagi di kilometer 37 sudah mulai bisa mengimbangi dia. Tapi sayang, saat di 200 meter mau finish, dia sprint. Makanya sebenarnya catatan waktu saya cuma selisih sedikit sama dia," tambahnya kemudian.
Okta sendiri merupakan mantan atlet marathon propinsi Sumatera Selatan. Dalam perjalanan karirnya sebagai atlet daerah, belum sama sekali mencicipi pertandingan skala nasional maupun internasional.
Dia pernah hampir ikut Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012, namun batal karena saat pemusatan latihan daerah terkena cedera kaki tulang kering. "Saya pernah jadi atlet, tapi levelnya daerah. Belum pernah ikut PON," urainya malu-malu.
Kini, ia bebas memilih lomba mana yang ingin ia ikuti. Termasuk Bromo Marathon tahun ini dan Mount Rinjani Ultra 21 km pada tahun 2013.
"Sebelumnya sudah sering ikut lomba-lomba marathon. Cuma pertama kali dengan lintasan yang mirip seperti Bromo itu tahun lalu. Saat itu ada Mount Rinjani Ultra 21 km. Saya ikut modal nekat karena pengen coba-coba."
"Sekarang jadi lumayan sering ikut. Rencananya Oktober nanti saya mau ikut MesaStila Ultra Challenge di Ambarawa. Kalau untuk Bromo Marathon tahun depan masih belum tahu. Lihat nanti saja," kata dia.
(mcy/roz)











































