Sukses dan Lancar, Bromo Marathon 2014 Tetap Akan Dievaluasi

Sukses dan Lancar, Bromo Marathon 2014 Tetap Akan Dievaluasi

- Sport
Senin, 08 Sep 2014 12:58 WIB
Sukses dan Lancar, Bromo Marathon 2014 Tetap Akan Dievaluasi
detikSport/Mercy Raya
Pasuruan - Bromo Marathon edisi kedua yang berlangsung 5-7 September lalu berjalan lancar. Kendati demikian, tim panitia Bromo Marathon akan mengevaluasi seluruh sistem secara keseluruhan.

Founder sekaligus Co-Koordinator Bromo Marathon, Dedik Kurniawan, mengatakan, secara pribadi dia cukup puas dengan kelancaran dan kesuksesan Bromo Marathon kali ini. Namun, ia punya catatan mengengai beberapa hal yang harus diperbaiki pada event selanjutnya.

"Saya pribadi cukup senang karena acaranya berjalan lancar dan sukses. Teman-teman runner juga banyak yang suka. Hanya memang ada beberapa catatan. Tim Bromo Marathon harus banyak belajar lagi mengenai hal-hal baru. Terutama dalam memilih partner untuk kerja sama, minimal yang memiliki satu visi dengan tim kami," ujar Dedik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diakui Dedik, pihaknya terlalu banyak membuka ruang untuk badan-badan dalam memperbantukan event ini yang akhirnya berdampak negatif pada keseluruhan acara.

"Mungkin tahun depan, kalau memang masih diizinkan, kami akan perbaiki sistem dari pendelegasian juga. Misalnya water station, medical, juga tim yang radio. Sehingga meminimalisir komplain juga," bebernya.

Selain partner, sistem pengambilan race pack dan transportasi juga menjadi bagian yang harus dibenahi. Pasalnya, banyak peserta mengeluhkan soal transportasi.

"Sebenarnya shuttle bus banyak. Hanya yang terjadi beberapa supir justru mogok tidak ingin jalan dengan berbagai alasan. Ada yang bilang capek, macet, kami juga kurang tahu. Padahal di muka kita sudah sewakan. Secara kontrak juga sudah hitam di atas putih, sewa pun hitungannya per hari, bukan per berapa kali putar."

"Kebetulan, transportasi yang kami gunakan adalah yang tahun lalu. Jadi, seharusnya sudah tahu dong kerja dan aturannya seperti apa. Tapi, ternyata terjadi seperti ini," urainya.

"Begitu juga soal steril jalan. Sejak tahun lalu kami sudah minta tutup jalan, minimal separuhnya. Tapi, karena jalan protokol cuma satu, jadi tidak boleh. Ya, mau bagaimana lagi."

Dari pantauan detikSport, saat perlombaan berjalan ada beberapa titik yang memang masih dilalui pengendara motor penduduk. Bahkan, di jalan sempit dan berdebu. Seperti di kilometer 4 (Tosari) dan 36-37 (Cemara Pukul-Dingklik).

"Makanya untuk event ke depan masih banyak yang perlu dievaluasi lagi dan belajar lagi."



Rencana Buat Camping Ground

Tingginya minat peserta lari terhadap Bromo Marathon memang menjadi catatan tersendiri buat pihak panitia untuk memenuhi kebutuhan akomodasi peserta. Termasuk di antaranya penginapan.

Dedik Kurniawan mengatakan, ada rencana untuk membuat camping ground bagi peserta lari.

"Ada rencana seperti itu (membuat camping ground, red). Sebenarnya kami sudah minta bantuan pemerintah daerah juga untuk segera dibuat. Mereka juga sudah tanya tanahnya di mana, dan sudah kami tunjukkan. Tapi, tahun ini pun belum terlaksana. Ini akan menjadi evaluasi kita juga," tuturnya.

Sebagai informasi, Bromo Marathon edisi kedua ini diikuti oleh 1.600 peserta dari 40 negara --dengan tambahan Ukraina. Dibandingkan tahun lalu lonjakan pesertanya hampir mencapai 100 persen. Bromo Marathon edisi pertama hanya diikuti 900 peserta dari 30 negara.

β€Ž"Kalau memang dari pemerintah nanti nggak jalan. Kami berinisiatif untuk bekerja sama dengan Perhutani membuat camping ground."



(mcy/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads