detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 15 Sep 2014 18:56 WIB

Menuju Asian Games 2014

Elga Kharisma, Jagoan BMX Indonesia

- detikSport
istimewa
Jakarta -

Setahap demi setahap mimpi Elga Kharisa Novenda di balap sepeda menjadi kenyataan. Sukses di level Asia Tenggara, arek Malang itu kini membidik emas Asian Games.

Balap sepeda memang sudah akrab dengan Elga sejak masih bocah. Kedua orangtuanya, Bambang irianto dan Eny Khusnul Chotimah, aktif sebagai official setiap kali ada kejuaraan balap sepeda di Malang.

Paman Elga, Sugeng Trihartono, juga kental dengan balap sepeda, khususnya nomor BMX. Sugeng adalah mantan pebalap nasional BMX yang kini jadi pelatih. Paman Elga lainnya, Mohamad Handik, juga pebalap nasional tapi bukan nomor BMX.

Dari sering melihat, kemudian Elga coba-coba. Eh, dia jadi ketagihan. Kedua orang tuanya pun mendukung dengan mengikutsertakan dalam kejuaraan yang ada di Malang. Baru sekali tampil, Elga langsung juara. Dia pun semakin getol latihan dan ikut kejuaraan. Orang tua juga senang.

Kesempatan mengasah kemampuan datang pada 2011. Elga mendapatkan beasiswa ke markas UCI (Uni Sepeda Internasional), Swiss. Dia terbang bersama pebalap muda Indonesia lainnya, Toni Syarifudin (Malang) dan Atmadi Puguh (DKI Jakarta).

Elga menjalani latihan itu dengan gembira. Padahal kala itu dia belum lancar benar bahasa Inggris. Beruntung dua rekan lainnya sama-sama 'tak punya malu' mempraktekkan bahasa itu sehari-hari. Tak cuma bercakap-cakap tapi juga di media sosial, mereka cuek saja meski penulisan atau susunannya kacau.

Eh, pulang-pulang Elga dihadapkan SEA Games di Indonesia. Dia diminta mencetak emas dari nomor BMX. Perempuan berusia 21 tahun itu menjawab dengan naik podium tertinggi di BMX putri. Setahun kemudian, Elga juga tampil oke di PON 2012 di Riau. Pada SEA Games Myanmar Elga kembali meraih emas.

Dia pun dianggap mampu 'naik kelas'. Elga dipatok untuk menyumbangkan emas dari balap sepeda di Asian Games XVII/2014 di Incheon yang mulai bergulir mulai 19 September hingga 4 Oktober.

Satu-satunya bekal yang dimiliki ‎Elga didapatkan dari Kejuaraan Dunia Juli di Ahoy Arena, Rotterdam, Belanda. Itu menjadi kali keempatnya Elga menjalani TC di Swiss. Bahasa Inggrisnya sudah mulai lancar. Pebalap yang setia dengan rambut pendek itu berhasil menjadi nomor satu Asia di ajang itu. Dari situlah target itu dipasang.

"Pastinya senang, dan bangga karena bisa masuk proyeksi Asian Games. Soalnya kan susah untuk terpilih bertanding di ajang ini. Tapi saya juga engga mau jadi beban karena ditargetkan emas. Ya penting itu saya  fokus balapan dan berusaha untuk kasih yang terbaik. Itu saja," kata Elga yang dihubungi detikSport.

"Kalau soal trek sebenarnya sudah ada bayangan, soalnya tahun kemarin kan sudah pernah ke sana. Mudah-mudahan saja tidak ada perubahan dengan tahun lalu," kata Elga.

Tapi Elga mencatat masih ada dua persoalan serius sebelum dia tampil di Asian Games.

"Tempat latihan kami di (Malang dan Surabaya) treknya belum berstandar internasional. Jadi memang lebih baik adaptasinya dilakukan langsung di sana (Incheon)," ucap dia.

"Saya masih merasakan trauma karena cedera bahu kiri saat Kejuaraan Dunia. Sebenarnya sudah pulih tapi masih perlu terapi untuk menghilangkan traumanya. Karena kalau di balap sepeda masih ada rasa takut akan susah padahal ini kan olahraga uji nyali.

"Saya akan berusaha maksimal ‎dan berikan yang terbaik. Yang penting fokus saja dengan pertandingan," tutur bungsu dari tiga bersaduara itu

*******************

Nama: Elga Kharisma Novanda
Lagir: Malang, 14 November 1993
Orang tua: Enny Khusnul Khotimah/Bambang Irianto
Bungsu dari tiga bersaudara
Prestasi :
Emas SEA Games 2011 nomor BMX
Emas SEA Games 2013 nomor BMX
Beasiswa pelatihan balap sepeda di Swiss 2011-2014 (empat kali)

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com