Tim taekwondo Indonesia merasa lebih siap mental menghadapi gelaran Asian Games 2014. Salah satu faktornya adalah karena mereka sudah jauh-jauh hari beradaptasi di Korea Selatan.
Keempat atlet taekwondo Indonesia tersebut, yaitu Mariska (kelas 57 kg), Ong Stevanus (58 kg), Aggie Septia (54 kg), dan Aghniny Haque (46 k), sudah berada di Korea sejak Juli lalu. Mereka berlatih dan juga berujicoba di negeri dari mana taekwondo berasal β dan juga tuan rumah Asian Games tahun ini.
"Kami tidak pulang (dulu), dan akan langsung bergabung dengan kontingen dari sini (Korea). Ke atlet village-nya 27 September, karena katanya 'kan yang diakomodir pemerintah mulai H-3," ujar pelatih tim taekwondo Indonesia, Zulkifli Tanjung, Selasa (16/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Waktu tiga bulan ini saja menurut saya belumlah cukup untuk mematangkan tim, karena sebenarnya negara lain itu sudah sejak satu tahun lalu persiapannya.
"Ya, walau begitu kami melihat tetap ada progress dari atlet-atlet kami. Baik itu itu dari segi teknik, taktik, fisik, maupun mental bertanding," bebernya.
Bahkan ia mengatakan timnya sudah jauh lebih siap secara mental. Hal ini karena pemusatan latihan yang dibarengi dengan beberapa kompetisi di Korea.
"Kami di sini tidak latihan biasa saja, tapi juga melakoni kompetisi. Bisa dibilang lebih dari sepuluh kali. Makanya secara mental tanding mereka jauh lebih siap," tukas Zulkifli.
"Mereka bilang lawan siapa sudah siap. Tapi saya sih berharap justru bertemu Koreanya di final."
Lebih dari itu, ia juga berharap apa yang ditargetkan nanti yakni merebut satu medali perak dan dua perunggu bisa tercapai.
"Realistisnya memang satu medali perak dan dua medali perunggu. Walau begitu, saya tetap berharap mereka bisa memberi kejutan," simpulnya.
(mcy/a2s)











































