Angkat Besi Cuma Dapat Dua Medali, Pelatih Sebut Persaingan Lebih Ketat

Angkat Besi Cuma Dapat Dua Medali, Pelatih Sebut Persaingan Lebih Ketat

- Sport
Rabu, 24 Sep 2014 17:31 WIB
Angkat Besi Cuma Dapat Dua Medali, Pelatih Sebut Persaingan Lebih Ketat
ROSLAN RAHMAN/AFP/Getty Images
Jakarta - Pelatih angkat besi Dirdja Wihardja mengaku puas dengan hasil yang diraih atletnya dalam ajang Asian Games 2014, meski atlet yang diturunkan gagal memenuhi target yang ditetapkan.

Dari sepuluh lifter yang bertanding di Asian Games Incheon, Korea Selatan 19 September-4 Oktober, memang hanya dua lifter yang mampu mempersembahkan medali yaitu Sri Wahyuni Agustiani dan Eko Yuli Irawan.

Sri, yang merupakan lifter junior, lebih dulu menyumbangkan medali untuk angkat besi. Tampil di kelas 48 kg putri di Moonlight Festival Garden Weightlifting Venue, Inheon, Korea Selatan, Sabtu (20/9/2014), Sri mencatat total angkatan 187 kg. Pada angkatan snatch, dia mengangkat beban 80 kg. Pada angkatan clean & jerk, dia mampu mengangkat beban 107 kg. Dari total angkatan itu, Sri menempati posisi kedua dan berhalk membawa pulang perak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasil Sri ini diikuti rekannya, Eko Yuli Irawan yang bertanding pada Minggu (21/9/2014). Bedanya, Eko hanya bisa menyumbang medali perunggu. Turun di kelas 62 kg, Eko membukukan total angkatan 308 kg. Dengan rincian angkatan snatch 142 kg dan clean & jerk 168 kg.

Sementara sisa lifter lainnya gagal dan tidak masuk dalam tiga besar terbaik dari total angkatan yang mereka lakukan. Termasuk hasil terbaru dari Triyatno di kelas 77 kg yang tidak mampu menunjukkan taringnya di ajang tersebut.

"Perlu diakui persaingan sekarang lebih ketat dan persiapan negara lain juga lebih oke," kata Dirdja lewat pesan singkatnya, Rabu (24/9/2014).

"Triyatno bukan gagal, hasilnya bagus kok. Meski pascaoperasi dari cedera tapi dia bisa tampil oke," lanjutnya.

Sementara itu Koordinator cabang terukur Satlak Prima, Hadi Wihardja, menganggap apa yang diraihnya para lifter Indonesia belum sesuai dengan harapan.

Angkat besi ditargetkan oleh Satlak membawa pulang dua perak dan delapan perunggu. Dua perak tersebut diharapkan diperoleh dari nomor Eko dan Sri Wahyuni. Sri berhasi memenuhi target. Sementara Eko meleset.

Apa yang didapat di Incheon tahun ini merupakan langkah mundur dibanding Asian Games Guangzhou empat tahun lalu. Ketika iti angkat besi menyumbang satu perak dan tiga perunggu. Satu perak dari Sinta Darmariani (69 kg), sementara tiga perunggu dari Eko Yuli (62 kg), Triyatno (69 kg), dan Jadi Setiadi (56 kg)

"Belum (sesuai harapan)," kata Hadi melalui pesan singkatnya.

"Asian Games sebelumnya angkat besi meraih 1 perak tiga perunggu. Indonesia hanya kalah di kelas 56 kg putra, yang memang agak berat. Begitu juga dengan kelas 69 kg milik Deni dan I Ketut Ariana yang menurut saya sangat disayangkan. Kedua lifter ini masih belum beruntung. Ya semoga saja kedepannya bisa lebih baik."

"Begitu juga dengan sistem olahraga yang hrus diperbaiki secara nasional. Jangan sampai ada lagi keterlambatan untuk mendukung persiapan pelatnas," cetusnya.



Foto: Sri Wahyuni Agustiani (ROSLAN RAHMAN/AFP/Getty Images)

(mcy/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads