Adalah Denny Malik beserta 50 penari profesionalnya yang akan mempertunjukkan kebudayaan khas tanah air kepada perwakilan negara-negara yang hadir di acara penutupan Asian Games di Incheon, Korea Selatan, 4 Oktober mendatang.
"Sekitar sebulan yang lalu saya ditelepon oleh Dinas Pariwisata DKI untuk menjadi bagian dari event ini. Alhamdullilah, Denny Malik Entertainment (DME) dapat kepercayaan untuk mengisi acara di closing ceremony Asian Games yang ke-17 itu," kata Denny, dalam jumpa persnya di kawasan Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Senin (29/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di acara tersebut, Denny mengatakan, akan memboyong 50 orang penari yang akan berangkat pada Rabu (1/10/2014) mendatang.
Mengenai konsepnya, Denny yang sudah pernah menangani acara pembukaan pada SEA Games 2009 di Laos ini mengatakan, akan menampilkan sesuatu yang baru, dinamis, dan inovasi dari tiga unsur diantaranya unsur Melayu, Betawi dan Palembang. Disamping itu mereka juga akan menampilkan unsur musik bertema tekno etnik orkestra yang diaransemen khusus Oeblet Yusuf Imayudin.
Semua tarian itu akan terangkum selama 10 menit, sebelum akhirnya akan ditutup dengan penaikan bendera Merah Putih diiringi lagu Indonesia Raya juga pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Konsep Betawi dan Palembang dipilih khusus karena nanti Palembang akan jadi kota pendukung untuk Asian Games 2018. Oleh karena itu, yang akan sangat ditonjolkan adalah Betawi dan Palembang yang dibuat dengan inovasi-inovasi baru. ondel-ondel juga setinggi 4 meter, pencak silat, juga tari parkour juga," urainya.
Denny berharap dengan ditampilkannya tarian Indonesia di acara penutupan tersebut seluruh mata dunia akan mengetahui bahwa Indonesia adalah negara yang kaya budaya.
"Saya berharap dengan ditampilkannya tarian Indonesia ini bisa menunjukkan kepada seluruh dunia khususnya meereka yang hadir di Incheon nanti bahwa Indonesia memang kaya," simpulnya.
(mcy/din)










































