'Bakat Melompat Maria Londa Sudah Diasah Sejak SD'

Asian Games 2014

'Bakat Melompat Maria Londa Sudah Diasah Sejak SD'

- Sport
Selasa, 30 Sep 2014 20:40 WIB
Bakat Melompat Maria Londa Sudah Diasah Sejak SD
Chung Sung-Jun/Getty Images
Denpasar -

Atlet lompat jauh, Maria Natalia Londa, sukses mendonasikan emas buat kontingen Indonesia di Asian Games XVII/2014. Sang ibunda, Anastasia Ariningsih, menyebut Maria sudah doyan latihan atletik sejak Sekolah Dasar (SD).

Maria membuat kejutan dengan meraih emas dari nomor lompat jauh. Padahal dia sama sekali tak diunggulkan. PB PASI pun ragu mendaulat Maria membawa pulang emas. Mereka hanya minta Maria menyumbangkan perunggu.

Merunut ke belakang, Maria tak tiba-tiba moncer sebagai atlet lompat jauh. Prestasinya cemerlang dalam persaingan di wilayah Bali. Sepuluh piagam dan trofi sebagai atlet terbaik Bali menjadi koleksi dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nama dia menjadi perbincangan di level nasional ketika sukses meraih medali emas di PON 2008 di Kalimantan Timur. Nama dia pun santer disebut-sebut sebagai salah satu atlet atletik yang akan ke Olimpiade di Beijing pada tahun yang sama. Tapi, Maria terhenti di training center.

Sejak itu, Maria langganan menjadi skuat tim nasional atletik. Tak cuma jadi andalan di nomor lompat jauh tapi juga lompat jangkit. Maria lah pemegang rekor PON untuk dua cabang itu.



Di tataran SEA Games, Maria pernah menyumbangkan dua perak pada perhelatan 2011 dan dua emas dua tahun kemudian.

Ujian lebih besar menghampiri ketika PB PASI memegang tiga tiket ke Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan. Maria menjadi salah satu yang dipercaya untuk memperkuat 'Merah Putih' bersama pelari gawang Dedeh Erawati dan lari halang rintang Rini Budiarti.

Maria pun terbang dan mendarat paling jauh di antara kontestan putri di Incheon. Medali emas disumbangkan untuk Indonesia dengan lompatan sejauh 6,55 meter.

Rupanya, perempuan kelahiran 29 Oktober 1990 itu sudah menunjukkan bakat sejak kelas 3 SD. Tapi, latihan serius baru dilakoni dua tahun kemudian.

Anastasia Ariningsih tak berpesan macam-macam kepada anak sulungnya itu. Mereka tak pernah membenani Londa dengan kemenangan-kemenangan dan trofi dari berbagai kejuaraan.

"Dia (Maria,red) adalah orang yang sangat serius dalam bidang olahraga. Saya hanya pesan kalah atau menang untuk selalu tetap bersyukur," ujar Anastasia ketika ditemui detikSport di kediaman mereka di Jalan Gunung Agung, Denpasar.

"Saya selalu berpesan jika menang jangan cepat puas. Jika kalah, yang penting dia pulang dengan selamat," tukas wanita 50 tahun itu.

Peluang Maria untuk menambah pundi-pundi medali Indonesia belum habis. Dia akan tampil di nomor lompat jangkit besok. Semoga bisa melompat lebih tinggi lagi, Maria!

(fem/fem)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads