Peraih medali emas Asian Games nomor lompat jauh Maria Londa mengaku punya satu permintaan khusus kepada pemerintah untuk kemajuan olahraga. Salah satunya pembangunan lapangan khusus lompat jauh di Bali dan ketersedian suplemen kepada para atlet.
Masih hangat diingatan, bagaimana Maria berjuang untuk bisa menjadi jawara di level Asia. Itu ia buktikan saat bertanding di Asian Games pada Selasa (30/9) lalu. Ia berhasil mencatatkan lompatan terjauh dengan jarak 6,55 meter.
Ia sukses mengalahkan atlet Vietnam Thi Thu Thao Bui, yang hanya berhasil membukukan lompatan dengan jarak 6,44 meter, dan atlet dari China Jiang Yanfei dengan jarak lompatan 6,34 meter. Catatan tersebut pada akhirnya mengantarkan Maria meraih medali emas, pada debutnya di ajang Asian Games dan mengakhiri 16 tahun masa paceklik emas cabang atletik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diakui Maria, selama persiapan Asian Games dirinya harus mengeluarkan anggaran sedikitnya Rp 189 ribu untuk satu jenis suplemen. Sementara suplemen yang dibutuhkan itu ada sekitar enam jenis.
βSuplemen belum pernah dikasih. Semua-semuanya sendiri. Kalau mau dihitung 189 ribu x 6 suplemen, itu untuk seminggu. Ya bisa dibayangkan berapa habisnya,β kata Maria ketika ditemui detikSport di Stadion Madya Senayan, Jakarta, Jumat (3/10/2014).
Anak sulung dari pasangan suami istri I Gusti Agung Ayu Komang Anastasia Ariningsih dan Kamisluas Kasi ini pun berharap, kedepannya pemerintah bisa lebih memperhatikan para atlet.
βYa, mudah-mudahan setelah ini (pasca Asian Games) suplemen dan apapun yang atlet butuhkan bisa diberikan tepat waktu. Karena pertandingan kan engga pernah mundur. Jadi dukungannya harus tepat waktu,β sambung Maria.
Tak cuma soal suplemen, ia juga berharap agar pemerintah bisa membangun lapangan khusus lompat jauh di tempat asalnya yaitu Bali.
βDi sana (Bali ) itu 'kan tidak selengkap di Stadion Madya. Makanya saya sih berharap bisa dibangun, minimal untuk lapangan lompat jauhnya dan treknya juga,β harap atlet yang juga merupakan pegawai Dinas Pendidikan Provinsi Bali ini.
(mcy/raw)











































