Upacara penutupan Asian Games 2014 digelar di Incheon pada Sabtu (4/10/2014). Pada upacara tersebut, Ketua KOI Rita Subowo dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) naik panggung.
Tentu bukan tanpa sebab Rita dan Ahok naik panggung. Dengan ditemani Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, keduanya menerima bendera tuan rumah dari Korea Selatan. Ini adalah simbol estafet dari Incheon, selaku tuan rumah Asian Games 2014, kepada Jakarta, Bandung, dan Palembang sebagai tuan rumah Asian Games 2018.
Pada upacara penutupan yang berlangsung meriah tersebut, juga digelar tarian-tarian tradisional dari Jakarta dan Palembang sebagai pengenalan kesenian tradisional dari tuan rumah berikutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepastian dipilihnya Jakarta, Bandung, dan Palembang menjadi kota tuan rumah Asian Games ke-18 diumumkan pada 20 September silam. Indonesia menjadi kandidat tunggal tuan rumah Asian Games setelah pesaing satu-satunya Vietnam mengundurkan diri pada April 2014, meski awalnya sudah disetujui untuk menyelenggarakan ajang empat tahunan tersebut.
Bagi Indonesia ini adalah kedua kalinya menghelat Asian Games setelah yang pertama di tahun 1962.
Dengan kepastian digelarnya Asian Games 2018 di Jakarta, Stadion Utama Gelora Bung Karno pun bakal direnovasi. Stadion GBK mulai dibangun pada 1960, dua tahun jelang Asian Games IV pada 1962. Kreator GBK, Soekarno, seperti dikutip Harian Merdeka 1 Maret 1962, menyatakan Asian Games adalah usaha perjuangan 'nation buildingβ, yakni meningkatkan taraf hidup rakyat Indonesia sebagai bangsa yang bahagia dan terhormat di dunia.
Ahok ingin membawa semangat Soekarno itu kembali lewat event yang sama, empat tahun mendatang. Diajuga ingin menunjukkan banyaknya perubahan pembangunan di Indonesia sejak era Soekarno.
"Kita justru pakai event ini untuk kesempatan memperbaiki GBK. Gelora Bung Karno kan sudah kuno banget tuh. Kalau dinaikkan 70 ribu orang 'kan goyang tuh," kata Ahok beberapa waktu lalu.
(roz/roz)











































