Memburu Tanda Tangan Menteri Bulgaria di Menit-Menit Terakhir

Laporan dari Sofia

Memburu Tanda Tangan Menteri Bulgaria di Menit-Menit Terakhir

- Sport
Minggu, 05 Okt 2014 10:14 WIB
Memburu Tanda Tangan Menteri Bulgaria di Menit-Menit Terakhir
detiksport/a2s
Sofia -

Hubungan bilateral Indonesia-Bulgaria mencatatkan sebuah sejarahnya ketika terjalin Memorandum of Understanding (MoU) tingkat menteri di bidang olahraga di antara kedua negara.

MoU tersebut ditandatangani Menpora RI Roy Suryo dan Menteri Olahraga Bulgaria, Evgenia Rananova, di kantor Kementerian Olahraga Bulgaria di ibukota Sofia, pada Jumat (3/10/2014) lalu.

Detiksport yang mengiringi perjalanan dinas Kemenpora, menyaksikan langsung prosesi penandatanganan MoU tersebut, yang mana terjadi di menit-menit terakhir sebelum rombongan Indonesia mesti bertolak ke Belanda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi, pukul berapa Anda sekalian harus berada di bandara?" tanya Menteri Radanova saat menyambut kedatangan rombongan di kantornya, pukul 15.45 waktu setempat.

Setelah dijawab bahwa jadwal pesawat pukul 7 malam, Radanova sambil tersenyum mengatakan, "Oke, mari kita tidak berlama-lama menyelesaikan urusan ini."

Kedua menteri lalu naik ke meja podium yang telah tersedia. Radanova lebih dulu menyampaikan sambutannya. Ia mengatakan, pihaknya sangat senang menjalin kerja sama di bidang olahraga dengan Indonesia, terutama karena Indonesia kuat di cabang bulutangkis, dan bulutangkis semakin berkembang dan telah menjadi salah satu sport paling populer di negaranya setelah bola voli, sepakbola, dan gulat.

Sementara Roy Suryo dalam sambutannya mengatakan, ini merupakan sejarah tersendiri karena untuk pertama kalinya terjalin kerja sama antarmenteri dari kedua kedua negara. "Semoga bermanfaat bagi masing-masing negara," ucapnya.

Setelah itu Roy dan Radanova menandatangani nota kesepakatan, bersalaman, dan berfoto bersama. [Lihat foto-fotonya di sini]

Usai acara yang hanya berlangsung setengah jam, rombongan Kemenpora pun mulai tergopoh-gopoh mengingat mereka harus segera menuju airport. Meski demikian, mereka termasuk Roy masih menyempatkan diri berfoto di depan kantor Kemenpora-nya Bulgaria itu, sebelum meluncur ke bandara.



Dikatakan Dubes RI untuk Bulgaria, Bunyan Saptomo, komunikasi dengan pihak Bulgaria untuk urusan ini berlangsung cepat dan positif. Salah satu faktornya adalah Indonesia semakin dikenal luas oleh warga Bulgaria, karena pihak kedubes sering melakukan promosi budaya.

"Di bidang pencak silat, misalnya, mereka sudah punya satu perguruan, Sindhu Murti, aliran dari Bali. Anggota mereka sudah sampai 800 orang. Hanya saja mereka belum punya federasi sendiri. Maka, dengan MoU ini kita harapkan mereka bisa membentuk federasi silat, sehingga pencak silat semakin mendapat pengakuan dari dunia internasional khususnya Eropa," papar Saptomo.

Ia melanjutnya, pembicaraan awal dibuka pada awal September, dan di akhir bulan mereka langsung dijadwalkan menyepakati.

Hanya saja, penandatangan tersebut nyaris tidak terjadi karena di Bulgaria sedang masa transisi, karena mereka akan melakukan pemilu pada hari Minggu (5/10). Radanova sendiri adalah caretaker menteri di masa transisi ini. Dulunya ia adalah atlet top Bulgaria dari cabang ice speed skating dan juga balap sepeda.

Awalnya penandatangan MoU dijawalkan pada hari Kamis (2/10), bersamaan dengan eksibisi tim pencak silat Indonesia di Sofia, saat berlangsungnya turnamen bulutangkis Babolat Bulgarian International 2014 di Sofia Hall Borisova Garden.

Namun, belakangan pihak Kemenpora Bulgaria belum mendapat lampu hijau dari Perdana Menteri, karena di masa transisi umumnya para menteri tidak mengambil kebijakan-kebijakan yang sifatnya strategis. Radanova pun tak jadi meneken MoU hari itu.

Tak ingin menyerah, pihak Kemenpora RI terus berupaya agar MoU tetap bisa ditandatangani tanpa harus menunggu sampai terpilihnya pemerintahan baru di Bulgaria. Sejak malam sampai keesokan paginya, tim Kemenpora dan Kemenlu terus melakukan pendekatan-pendekatan.

Sampai tengah hari masih belum ada konfirmasi. Barulah ketika pukul 2 siang, hanya beberapa jam sebelum rombongan Kemenpora harus terbang ke Amsterdam, terdengar kabar bahwa Radanova dipastikan bisa meneken MoU hari itu. Dan kerja sama itu akhirnya terwujud.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada Pak Dubes dan seluruh staf yang turut membantu dan mengawal hingga terjalinnya MoU ini. Semoga ini menjadi pintu demi meningkatnya kerja di sama di antara Indonesia dan Bulgaria, di berbagai bidang," ucap Roy Suryo.

Dubes Saptomo juga mengapresiasi Roy karena kedatangannya menjadi sebuah catatan tersendiri.

"Dia menteri pertama yang berkunjung ke sini sejak 6 tahun silam. Dan baru kali ini ada menteri yang membuat kerja sama dengan pemerintah di sini. Saya ucapkan selamat," ujarnya.

Bagi Roy Suryo, selama menjadi menteri dia telah menjalin MoU di bidang kepemudaan dan olahraga dengan empat negara: Fiji, Malaysia, Spanyol, dan terakhir Bulgaria.


[Lihat galeri fotonya di sini]

(a2s/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads