'Hasil di Asian Games Sudah Maksimal, Tak Perlu Saling Menyalahkan'

'Hasil di Asian Games Sudah Maksimal, Tak Perlu Saling Menyalahkan'

- Sport
Senin, 06 Okt 2014 11:43 WIB
Hasil di Asian Games Sudah Maksimal, Tak Perlu Saling Menyalahkan
Jakarta - Kontingen Indonesia pulang dari Asian Games 2014 tanpa mampu memenuhi target dan meraih emas dengan jumlah sama seperti empat tahun lalu. Hasil itu disebut sudah maksimal, meskipun tentu perlu dipoles lagi demi menghadapi tantangan di masa depan.

Target masuk sepuluh besar perolehan medali dan meraih sembilan medali emas disandang para atlet Indonesia di Incheon. Sampai gelaran berakhir, 'Merah Putih' harus puas finis di posisi 17 dengan raihan 4 emas, 5 perak, dan 11 perunggu--total 20 medali.

Menilik peringkat, ini merupakan penurunan mengingat empat tahun lalu Indonesia finis di urutan 15 dengan raihan 4 emas, 9 perak, dan 13 perunggu--total 26 medali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Chef de Mission (Ketua Kontingen) Ade Lukman, hasil itu sudah menjadi sebuah kemajuan. Salah satunya mempertimbangkan bahwa torehan empat tahun lalu dicapai lewat 250 atlet sedangkan tahun ini oleh 186 atlet saja. Apalagi, menurutnya, ada variasi cabang penyumbang medali.

"Tidak hanya dari jumlah tapi dari variasi cabor perak dan emas pun ada peningkatan. Di Asian Games 2010 raihan medali hanya dari dua cabor yakni dragon boat (3 medali emas) dan bulutangkis (1 medali emas). Tapi tahun ini lebih banyak cabang yang menyumbangkan medali dan banyak kejutan di bulutangkis, atletik, dan wushu," kata Ade Lukman.

Empat emas Indonesia tahun ini disumbang bulutangkis lewat nomor ganda putra dan ganda putri, cabang atletik nomor lompat jauh, dan wushu yang mendapat emas limpahan seiring didiskualifikasinya atlet Malaysia akibat doping.

"Ini tentu harus disyukuri meskipun memang kami maunya lebih. Tapi para atlet yang tampil di Asian Games kali ini sudah maksimal. β€ŽJadi tidak perlu saling menyalahkan, justru yang terpenting saat ini seluruh stakeholder olahraga duduk bersama untuk perencanaan kedepan," sebut Ade Lukman

"Perencanaan yang dimaksud adalah bagaimana agar pembinaan atlet ini bisa dibuat berkesinambungan karena tahun depan akan ada SEA Games 2015, dan multicabang lainnya, dan puncaknya olimpiade 2016. Lebih dari itu, Indonesia juga menjadi tuan rumah Asian Gamesβ€Ž 2018, jadi semuanya harus dibuat secara pararel," imbuhnya.

Ia pun berharap agar pemerintah bisa memberikan dukungan penuh pada event-event yang sudah menanti. Termasuk soal persiapan Asian Games 2018 mengingat waktu empat tahun bukanlah waktu yang lama.

"β€ŽUntuk Asian Games 2018, kami akan mencoba memulai dengan membuat pelatnas secara pararel karena waktu empat tahun kan singkat. Selain itu, perlu juga dilakukan pemetaan cabang-cabang prioritas dan memberi kesempatan kepada atlet untuk lebih banyak melakukan uji coba di luar. Kami juga berharap kedepannya pemerintah bisa lebih mendukung. Minimal dengan dibantu pihak swasta juga. Karena kami berharap sekali Asian Games 2018 tidak hanya sukses penyelenggaraan tapi juga sukses prestasi," harapnya.




(mcy/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads