Di akhir gelaran di Incheon, Indonesia harus puas berada di urutan 17 dengan koleksi medali 4 emas, 5 perak, dan 11 perunggu. Emas diperoleh dari tiga cabang olahraga, yakni bulutangkis masing-masing nomor ganda putra dan ganda putri, dan cabang atletik dan wushu. Jumlah emas tersebut sama dengan hasil empat tahun lalu, meski saat itu Indonesia finis di posisi 15.
Hasil itu jauh dari target yakni sembilan medali emas dan berada di posisi 10 besar klasemen perolehan medali. Sejumlah nomor yang diproyeksikan bisa menyumbang medali pun banyak yang meleset, meskipun juga ada kejutan positif seperti keberhasilan cabang atletik mempersembahkan emas--usai paceklik 16 tahun--dan kemenangan ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu, kata Rita, penting untuk dilakukan mengingat Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Asian Games 2018. Selain mempersiapkan venue, para atlet 'Merah Putih' juga mesti digembleng demi mendapatkan hasil lebih baik daripada sekarang.
"Bukan hanya soal venue tapi para atlet harus dipersiapkan sejak sekarang. Makanya kami harus segera menentukan juga cabang-cabang mana yang akan dipertandingkan di Asian Games nanti supaya atletnya juga langsung dipersiapkan dan bersaing dari sekarang karena waktu atlet Indonesia tidak banyak hanya tiga tahun, sementara satu tahun lainnya sudah harus ada tes event untuk arena pertandingannya," urainya.
Mengenai pembinaan atlet, Rita mengungkapkan, Indonesia akan mendapat dukungan dari negara lain βseperti China untuk melakoni latihan bersama. "Selain China, rencananya. Kazakhstan dan Uzbekistan juga mengajukan diri untuk membantu atlet Indonesia," simpulnya.
(mcy/krs)










































