Dayung meraih satu perunggu dari rowing nomor kelas ringan empat pedayung (LW4X) 2.000 meter yang diperkuat Hadid Tanzil, Isadi Ardi, Yakin Muhad, Ihram. Hasil itu lebih buruk dibandingkanhasil yang dituai di Guangzhou 2010. Kala itu, dayung mendapatkan dua emas dan dua perak. Empat keping medali itu didonasikan dari perahu naga.
Tapi, tahun ini perahu naga tak dilombakan di Asian Games. Emas tak diraih. Opstal menilai dayung masih berada dalam trek yang benar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini para pedayung sedang diliburkan dan baru mulai masuk pelatnas lagi pada 18 Oktober.
"SEA Games sudah sangat dekat, Juni kami harus bisa meraih medali sebanyak-banyaknya. Kami juga sudah ditunggu kejuaraan-kejuaraan untuk kualifikasi ke Olimpiade, kami harus bekerja keras," beber pelatih asal Belanda itu.
Tanpa menyertakan perahu naga, prestasi dayung di Asian Games relatif stagnan. Dayung pernah menyumbangkan perak pada Asian Games 1998 dari rowing di kelas satu pedayung putra. Tapi di edisi lain, hanya mentok meraih perunggu.
(fem/cas)











































