Ini Dia, 4 Etape Menantang Tour de Ijen

Ini Dia, 4 Etape Menantang Tour de Ijen

- Sport
Selasa, 14 Okt 2014 14:52 WIB
Ini Dia, 4 Etape Menantang Tour de Ijen
Banyuwangi - International Tour de Banyuwangi Ijen dikenal sebagai balapan sepeda yang menantang karena menjelajahi kawasan lereng gunung. Seperti apa medannya?

Pada 16-19 Oktober mendatang, para pebalap yang berasal dari 20 tim dari 14 negara, akan bertarung sepanjang 622 kilometer, untuk menjadi yang terbaik di Tour de Ijen. Selama empat hari mereka berkompetisi dalam empat etape.

Di etape pertama para pebalap akan menempuh jarak 180,78 kilometer dengan start dari Pendopo Kabupaten Banyuwangi menuju Pantai Pulau Merah. Rute hari pertama ini adalah rute pemanasan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengawali balapan dengan rute datar, para pembalap juga akan melewati sejumlah tanjakan di kawasan kaki Gunung Ijen, mulai dari Kemiren, Kalibendo, Jambu, Licin, hingga Pakel, sebelum menempuh rute flat yang cukup panjang hingga Pulau Merah.

Etape kedua yang merupakan rute flat, para pebalap akan menempuh jarak 100 kilometer. Para peserta akan melintasi jalanan di kawasan sisi Selatan Banyuwangi. Melintasi sawah, dan sungai yang berkelok-kelok sepanjang jalan, tepatnya sungai Kebondalem - Bangorejo.

Rute ini diawali dari terminal Jajag dan finis di Lapangan Maron, Genteng, yang harus memutar dulu melewati Dasri - Karangdoro- Kebondalem - Bangorejo menuju Purwoharjo dan kembali ke Rogojampi, Songgon untuk ke Genteng.

"Ini merupakan rute recovery setelah sehari sebelumnya mereka melewati sejumlah tanjakan dan rute yang panjang. Di rute ini tidak ada tanjakan hanya rute flat yang pendek," terang Chairmain TdBI 2014, Guntur Priambodo, Selasa (14/10/2014).

Baru nanti di etape ketiga, lanjut Guntur, para rider akan jatuh bangun dan berjuang habis-habisan. Sebabnya, etape ketiga adalah etape "neraka" dengan jarak 201,7 kilometer. Para pebalap di etape ini akan memulai balapan start di Kecamatan Muncar dan finis di Paltuding, Ijen.

Di etape ketiga ini mereka akan melewati 14 kecamatan yang ada di Banyuwangi, di mana di akhir etape bakal "disiksa" tanjakan Ijen yang luar biasa menantang. Di lereng erek-erek Ijen, mereka akan beradu pancal dengan kemiringan mencapai 45'. Gunung Ijen memiliki ketinggian 2.799 meter di atas permukaan laut.

"Etape 3 bisa disebut etape neraka karena selain rute terpanjang, para rider dipaksa menaklukkan lereng Ijen yang dianggap sebagai salah satu tanjakan balap sepeda paling ekstrem di Asia. Sangat menguras tenaga. Saya kira, tidak semua pebalap mampu menyelesaikan etape ini," kata Guntur yang juga Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi, dan juga Ketua Umum Pengprov Ikatan Sepeda Seluruh Indonesia (ISSI) Jawa Timur.

Etape ketiga ini diprediksi sebagai babak yang menentukan. Para raja tanjakan akan berjuang habis-habisan di etape ini guna meraih poin yang krusial.

"Etape ini bisa sebagai penentu poin. Kalau selisih poin jawara di etape satu dan dua tipis, dipastikan jawara di etape tiga ini akal sebagai pemenang ITdBI," terang Guntur.

Terakhir di etape keempat, para pebalap akan kembali menempuh rute flat sepanjang 140,5 kilometer dengan rute dari Kecamatan Kalibaru dan finis di kantor Pemkab Banyuwangi.

"Saat di kota Banyuwangi nanti, para pembalap akan menempuh criterium race dengan mengelilingi kota sepanjang 5 kilometer sebanyak 15 kali putaran," kata Guntur.

Event ITdBI akan memperebutkan hadiah Rp 700 juta dengan beberapa kategori. Klasemen umum individu (Yellow Jersey), Green Jersey (best sprint classification), White Jersey (best Indonesian rider) dan red jersey untuk juara umum tanjakan (best KoM).

(a2s/fem)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads