Kemenpora Akhirnya Buka Pintu Reimburse Belanja Peralatan ke Asian Games

Kemenpora Akhirnya Buka Pintu Reimburse Belanja Peralatan ke Asian Games

- Sport
Rabu, 15 Okt 2014 19:23 WIB
Jakarta -

Menjelang akhir jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo masih menyisakan pekerjaan besar terkait pengadaan peralatan latih tanding. Setelah diduga menggandeng perusahaan bodong, kini kemenpora mengalihkan ke cara reimburse.

Sebuah tim khusus pun dibentuk untuk menyelesaikannya. Tim itu diisi Staff Khusus Kemenpora Bambang RE dan Sekeratris Kemenpora Alfitra Salamm.

Kerja pertama yang dilakukan Bambang mengklarifikasi jika Kemenpora tak salah tunjuk dengan meloloskan perusahaan abal-abal sebagai pemenang tender.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perusahaan ini ada, bukan bodong seperti yang diberitakan media. Tim verifikasi sudah menyeleksi seberapa bonafide perusahaan tersebut. Artinya dari 10 perusahaan yang mengajukan ikut tender pada lelang kedua, delapan perusahaan kami nyatakan lolos. Dua valid karena tidak memenuhi persyaratan verifikasi," kata Bambang kepada wartawan di Jakarta Rabu (15/10/2014)

"Dari delapan perusahaan inilah didapatkan pemenang asal Surabaya itu. Sayangnya, di sela-sela melakukan pengadaan peralatan, mungkin dia (perusahaan) itu merasa tidak sanggup. Jadilah dia tidak bisa melaksanakan kewajibannya untuk mengadakan peralatan dan mengundurkan diri," jelas dia.

Nah, di saat yang bersamaan fakta di lapangan menunjukkan cabang-cabang olahraga sudah tak bisa menoleransi kerja lambat Menpora itu. Jadwal Asian Games ke-17 di Incheon yang makin dekat membuat mereka terpaksa merogoh kocek sendiri untuk memenuhi kebutuhan peralatan para atlet.

β€œYa walaupun pakai reimburse tetap harus sesuai prosedur yang ada. Kami 'kan juga tidak ingin salah. Hanya prosedur ini yang sedang kami tempuh untuk mengembalikan dana-dana yang sudah dikeluarkan cabor untuk membeli peralatan kemarin,” kata Bambang.

β€œKami (Kemepora) berharap persetujuan untuk reimburse ini bisa kelar minggu-depan. Agar persoalan ini cepat selesai,” tutur dia.

Makanya, kemenpora tak berniat melaporkan perusahaan bodong itu ke pihak berwajib. Toh, Bambang berpendapat kemenpora tak mendapatkan kerugian apapun. Sebab, dana tender masih ada di pemerintah yakni sebesar 24 miliar.

"Dananya masih ada di sini (pemerintah), belum kami keluarkan karena pemenang tendernya 'kan minta mundur," ujar dia.

"Ya, jadi sejak pemenang tender ada. Mereka kan langsung ke cabor untuk menyesuaikan apa yang dibutuhkan. Tapi kenyataannya justru sejumlah cabor menalangi dan ketika diganti sampai sekarang justru tidak ada. Malah ada cek kosong yang diterima tim boling. Itu yang kami bilang harusnya cabor yang melaporkan itu," jelas dia.

(mcy/fem)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads