Atlet angkat besi Indonesia, Triyatno, mulai menggeber persiapan Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro. Selain menambah porsi latihan, Kejuaraan Dunia di Kazakhstan, 4-11 November 2014, juga dijadikannya sebagai persiapan.
Tri --panggilan akrab Triyatno-- merupakan satu dari 11 atlet yang disiapkan Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Binaraga, dan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PB PABBSI) untuk berburu tiket Olimpiade 2016.
Namun, Triyatno dkk. lebih dulu diminta untuk meraup poin sebanyak-banyaknya dari berbagai ajang yang sudah ditetapkan untuk kualifikasi. Ajang tersebut antara lain Kejuaraan Dunia di Kazakhstan pada awal November dan Kejuaraan Dunia di Houston, Amerika Serikat, tahun depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebenarnya untuk latihan dari sejak persiapan Asian Games kemarin tujuannya memang untuk ke sana (Olimpiade). Makanya meski sudah kembali ke Jakarta, saya pun masih menjalani latihan."
"Bahkan penurunan program latihan tidak ada, sehari bisa dua kali latihan, atau sekali saja di hari tertentu. Mungkin bebannya saja yang agak dikurangi dari yang 100 persen menjadi 75-85 persen latihan bebannya," kata Triyatno ketika dihubungi, Sabtu (17/10/2014).
Tak hanya itu, βia juga sudah merasa lebih percaya diri untuk tampil di punggung tanding sekelas dunia. Hal ini tak lepas dari hasil di Asian Games kemarin. βDi kelas 77 kilogram, total angkatan Triyatno mencapai 321 kilogram, dengan rincian angkatan snacht 145 kg sementara angkatan clean and jerk 176 kg.
Meski pulang tanpa bawa medali, untuk ukuran lifter yang baru saja pulih pasca-operasi karena cedera dan sempat vakum satu tahun, hasil Asian Games kemarin jauh lebih baik.
"Kemarin itu di Asian Games adalah kali pertama saya bertanding di level internasional sejak vakum satu tahun dari angkat besi," urainya.
"Trauma-trauma pasca-operasi pasti tetap ada tapi tidak separah waktu pertama kali karena sudah pernah di Asian Games kemarin. Jadi perasaannya sekarang sudah lebih enakan," tambahnya kemudian.
Kendati demikian Triyatno menyadari untuk total angkatan di level dunia masih jauh dari harapan. "Saya itu di kelas 77 kg ada di peringkat 26 dunia untuk total angkatan 330 kilogram. βJadi masih kurang banyak banget."
Sementara peringkat yang diminta PB PABBSI kepada para lifternya minimal bisa masuk peringkat 25 besar.β Sebab hanya yang masuk peringkat 25 besarlah yang bisa mendapat poin.
"Ya, mudah-mudahan nanti saat di Kazakhstan bisa ngejarlah. Nanti juga masih ada (Kejuaraan Dunia) di Houston pokoknya kejar poin banyaklah biar bisa dapat tiket ke Olimpiade," harapnya.
(mcy/roz)











































