Peraih medali perak di Asian Games 2014, Fidelys Lolobua, merasa sangat terdukung oleh sang istri, yang sama seperti dirinya, seorang atlet karate.
"Istri saya selalu mendukung di setiap kegiatan yang saya lakukan. Kebetulan istri juga mantan atlet karate (kumite) jadi dia benar-benar men-support saya. Dia juga atlet sehingga dia tahu benar bagaimana perjuangan saya untuk mencapai cita-cita saya. Bisa dibilang saya adalah atlet yang paling berambisi," ucap Fidel saat berbincang-bincang dengan detiksport beberapa waktu lalu.
Atlet 31 tahun itu merupakan satu-satunya penyumbang medali buat Indonesia di Asian Games 2014, dari cabang karate. Ia meraih perak di nomor kata putra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari awal sih saya yakin dia bisa meraih medali. Cuma sebelum dia berangkat saya sempat menitip pesan sama dia supaya lebih serius dan semangat. Ibaratnya, dia sudah meninggalkan keluarga, anak juga masih kecil. Jadi jangan setengah-setengah," kata Ayu.

"Dan ternyata terbukti dia membanggakan keluarga dengan meraih medali. Ini ‘kan Asian Games pertama dia. Saya juga lihat dia punya ambisi dan semangat yang tinggi sekali."
Sementara itu Fidel mengungkapkan rencananya untuk pensiun sebagai atlet. Ia masih menargetkan masih bisa tampil sampai empat tahun lagi, atau sampai dirinya berumur 35.
"Sejak awal saya memang sudah bertekad pada usia 35 tahun saya akan pensiun. Soalnya saya tidak mau terlalu lama di karate karena target saya sudah tercapai," katanya.
Di antara mimpi-mimpi Fidel yang telah terwujud itu adalah medali emas SEA Games tiga kali berturut-turut (2007, 2009, 20111), serta perak di Asian Games 2014.
"Medali Asian Games tahun ini adalah cita-cita saya sejak lama. Minimal prestasinya itu sama dengan pelatih saya. Pas ternyata tercapai, saat itu juga langsung putuskan untuk pensiun. Saya juga tidak mau terlalu jauh karena nanti bisa jatuh," ungkap karateka yang sudah jadi atlet pelatnas sejak 9 tahun lalu itu.
"Banyak yang memberi saya apresiasi karena saya akan menutup lembaran buku saya dengan prestasi yang baik. Medali perak itu sudah luar biasa.
"Tapi sebagian orang ada yang menyayangkan dan bertanya langsung. Kenapa membuang peluang? Sudah meraih perak pasti diperhitungkan. Saya bilang kepada mereka, saya mendapat perak itu karena bantuan Tuhan. Tiga bulan itu sangat sulit. Faisal (Zainuddin) saja yang persiapan satu tahun hanya dapat perunggu, saya perak 3 bulan," bebernya.
Pertimbangan lain, kata Fidel, jika menunggu sampai Asian Games berikutnya (2018) yang digelar di Indonesia, ia yakin calon lawan-lawannya akan mempersiapkan diri dengan sangat baik.
"Seperti Jepang, Malaysia, mereka pasti berupaya. Sementara Indonesia, ya sekitar-sekitar itu saja. Jadi saya pikir Asian Games ini memang kesempatan terakhir saya menang, di mana saya mendapat perak tanpa ada campur tangan dari bisik-bisik politik Indonesia. Benar-benar murni kerja keras saya, tidak menyogok wasit atau apa. Ini murni usaha saya, tim, dan pelatih."
Lantas bagaimana jika Asian Games 2018 masih ada tawaran untuk ikut main?
"Itu sih di luar kuasa saya. Ini rencana saya. Tapi ketika rencana itu berubah, berarti bukan lagi keinginan saya tapi kehendak lain.
“Seperti Umar (Syarief) dia ingin pensiun, tapi ketika diminta kembali lagi itu karena nasionalisme. Saya pun mungkin begitu. Meski pada akhirnya akan ada tawar menawar, seperti latihan yang tak perlu di Jakarta, atau negosiasi lainnya. Ya memang tidak ada yang tahu ke depan. Ini rencana saya."
Mengenai hal ini, sang istri menyerahkannya kepada sang suami.
"Saya selalu dukung apapun keputusan dia. Mau main lagi silakan, tidak juga tidak apa-apa. Terpenting tanggung jawab dia sebagai kepala rumah tangga tetap jalan," simpul Ayu.

Nama: Fidelys Lolobua
Tempat/tgl lahir: Baubau, 20 Juli 1983
Nama istri : Ayu Safitri
Nama anak: Keindra Farrel Lolobua (1 th)
Pendidikan : S1 jurusan antropologi fakultas Fisip Universitas Hassanudin
Pekerjaan : PNS di Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulawesi Selatan bagian olahraga prestasi
Prestasi:
SEA Games 2007 medali emas
SEA Games 2009 medali emas
SEA Games 2011medali emas
SEA Games 2013 medali perunggu
Asian Games 2014 medali perak
(mcy/a2s)










































