Imam tiba di Kantor Kemenpora, Jl. Gerbang Pemuda No. 3 Senayan, Jakarta Pusat, pada Senin (27/10/2014) pukul 16.28 WIB. Dia, yang mengenakan baju batik cokelat, disambut oleh para deputi Kemenpora dan awak media. Pria berusia 41 tahun itu datang bersama sekretaris pribadinya dan terlihat sumringah ketika turun dari mobil.
Sebelum menuju ruangannya di lantai 10, Imam menyempatkan diri untuk menyalami semua deputi Kemenpora, termasuk Sekretaris Kemenpora Alfitra Salamm, dan Deputi Pembudayaan Olahraga Faisal Abdullah. Dia juga mendatangi meja resepsionis dan para sekuriti kantor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lambang Kemenpora yang terdiri dari kepalan tangan kanan, kobaran api, dan tiga ring itu dipertanyakan satu-satu. "Itu kepalan tangan ya, apinya masih berkobar kan?" tanya Imam yang langsung dijawab oleh para deputinya.
Setelah itu, Imam menemui para awak media yang sudah cukup lama menunggu di kantor barunya.
"Terima kasih semuanya, kepada Pak Sesmen, Pak Deputi, dan seluruh pejuang yang kami hormati. Saya merasa senang, bangga, dan haru bisa diterima dengan baik di sini," ujar Imam.
"Bagi saya, ini adalah tim yang kuat dan tangguh. Tapi, juga minta dukungan dari masyarakat, khususnya sahabat-sahabat pemuda dan kaum olahragawan. Ini momen yang tepat untuk kembali membangkitkan semangat dan gelora untuk melihat masa depan yang baik," kata pria berkumis tipis ini.
Usai meladeni beberapa pertanyaan media, Imam kemudian menggunakan lift menuju ruangannya di lantai 10. Rencananya dia akan bersilaturahmi dengan para eselon 1 dan eselon 2 di sana. Tak berselang lama, istri dan anak Imam datang ke kantor Kemenpora dan langsung menyusul ke lantai 10.
(mcy/mfi)











































