Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi tidak menutup mata dengan banyaknya sorotan terhadap dua organisasi olahraga di Indonesia, yaitu KONI dan KOI, yang disebut-sebut tidak akur. Bagaimana tanggapan menteri baru ini?
KONI dan KOI dalam beberapa tahun terakhir dinilai berjalan sendiri-sendiri. Permasalahan tersebut kemudian disebut berimbas pada prestasi atlet Indonesia, termasuk terakhir di Asian Games 2014, di mana kontingan 'Merah Putih' gagal mencapai target dan hanya finis di peringkat ke-17. Wacana untuk menyatukan KONI dan KOI pun kemudian terlontar.
"Beri kesempatan pada kami untuk bertemu beliau-beliau (dari KONI dan KOI). Saya ingin memastikan seperti apa akar persoalannya, karena semua masalah pasti ada akar masalahnya," ucap Imam di Yogyakarta, dalam rangka perayaan Sumpah Pemuda, Selasa (28/10).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Ketua Umum KONI Tono Suratman saat dihubungi terpisah menanggapi wacana tersebut, dikaitkan dengan adanya menpora baru.
"Sebenarnya KONI dan KOI tinggal difinalisasi saja dan tidak perlu dipolemikkan. Karena kami semua dimulai dari semua stakeholder, pengurus cabang olahraga, dan KONI semua inginnya bersatu," ujarnya kepada detiksport.
"Pun jika ada rencana duduk bersama β sebenarnya itu sudah sering dilakukan ya. βHanya kalau tujuan duduk bersama cuma untuk mempermasalahkan yang tidak bersatu, buat apa? bakal susah. Kecuali berbicara untuk bersatu, tidak apa-apa. Karena memang harusnya KONI-KOI itu bersatu."
Ketua Umum KOI Rita Subowo sebelumnya menyatakan siap duduk bersama Tono dan Imam.
(a2s/mfi)











































