Risa Suseanty Nilai ISSI Kurang Serius Siapkan Pebalap Menuju Kejuaraan Asia

Risa Suseanty Nilai ISSI Kurang Serius Siapkan Pebalap Menuju Kejuaraan Asia

- Sport
Jumat, 31 Okt 2014 05:48 WIB
Risa Suseanty Nilai ISSI Kurang Serius Siapkan Pebalap Menuju Kejuaraan Asia
istimewa
Jakarta - Pebalap nasional Risa Suseanty menilai ada keteledoran PB ISSI dalam menyiapkan pebalap menuju Kejuaraan Asia 2014 yang dimulai besok. Selain tak ada pelatnas, tewasnya Nifera Ufrotun Saidatun Nila saat berlatih menjadi poin yang disorot.

PB ISSI memastikan Kejuaraan Asia 2014 bakal digulirkan sesuai rencana pada 1 dan 2 November. Kasus tewasnya pebalap yang disiapkan dalam kejuaraan itu, Nifera, saat menjajal trek dianggap sudah selesai.

Namun, sebagai pebalap Risa masih menyimpan ganjalan atas kejadian itu. Perempuan yang mendapatkan gelar ratu downhill Asia Tenggara itu menilai ada keteledoran ISSI saat menggeber latihan itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sebagai pebalap senior merasa terbebani dan ikut bertanggung jawab atas meninggalnya Nifera yang lebih muda dan seorang pebalap potensial. Saya tidak ingin Nifera meninggal dengan sia-sia. Seharusnya PB atau lembaga olahraga yang lebih tinggi memberikan penghargaan kepada dia karena dia meninggal saat menjalankan tugas," kata Risa kepada detikSport.

"Kepada PB ISSI, ini semoga peristiwa ini menjadi pukulan dan peringatan agar ke depannya bisa lebih profesional dalam menggelar sebuah event dan memperlakukan pebalap sendiri. Sudah ada niat baik dari Lubuklinggau untuk menjadi tuan rumah dan menanggung semua biaya penyelenggaraan, seharusnya PB Bisa merespons dengan lebih oke. Setahu saya PB ISSI tak menyiapkan pelatnas.

"Terutama terkait keamanan pebalap, dalam hal ini ketersediaan dokter spesialis. Apalagi kita tahu Lubuklinggau jauh dari rumah sakit dengan fasilitas bedah. Saya percaya takdir, hidup dan mati di tangan Tuhan, tapi kalau saja ada penanganan yang lebih oke, dengan kesiapan tim dokter, umum dan spesialis, di lokasi latihan penyesalan tidak akan sebesar ini.

"Terkait olahraga ini sendiri, saya tidak ingin orang awam nantinya takut untuk menghobi downhill apalagi menjadi atlet. Kami tidak ingin orang menyalahkan downhill. Ini memang olahraga ekstrim dengan risiko tinggi, karena itu pula segala persiapan harus lebih matang," beber pebalap yang baru saja berulang tahun ke-34 pada 25 Oktober lalu itu.

(fem/mrp)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads