Imam yang tiba di Kantor Kemenpora pukul 11.10 WIB terlihat sangat santai hari ini. Mengenakan jaket warna coklat muda dan kemeja garis-garis putih, serta bawahan jeans, pria berusia 41 tahun itu terlihat seperti karyawan biasa.
Tak heran kalau Zulmi (marketing), Rizki (analis), dan Andri (analis), tiga petugas yang melakukan pemeriksaan darah - kaget ketika dihampiri sang menteri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Engga nyangka juga. Karena sebenarnya khusus pak menteri kami sudah persiapkan dua petugas di ruangannya. Satu analis dan satu orang bagian marketingnya," kata Zulmi yang diamini dua rekannya.
"Tapi rupanya tadi spontan sekali. Pak menteri datang, bertanya, dan kemudian langsung minta diperiksa," tambahnya kemudian.
Cek darah sendiri hanya berlangsung lima menit namun begitu sarat dengan humor. Imam yang diminta membuka jaketnya dan memperpendek lengan kemejanya melemparkan guyonannya.
"Coba cek darah saya masih merah atau tidak siapa tahu biru," ceplosnya seraya tersenyum. Sontak staf dan satpam yang ikut melihat tertawa mendengar guyonan sang menteri tersebut.
Tak berhenti sampai disitu, sang analis yang mengeluarkan jarum suntiknya ternyata juga membuat sang menteri tak tahan untuk berkomentar. "Wah.. jarum suntiknya besar," sahutnya. "Coba cek darah saya masih biru gak?"tanyanya tanpa melihat jarum suntik yang sedang mengambil darahnya tersebut.
Usai mengambil darah, detikSport yang kebetulan berada di sana bertanya, "βMemang takuk darah, pak?"
βDan langsung dijawab, "Tidak takutlah, berani saya," sahutnya seraya tertawa.
Usai mengambil darah, Sekjen fraksi partai PKB itu langsung menuju ruangannya di lantai 10 untuk mempersiapkan diri sholat jumat berjamaah dengan para karyawan Kemenpora.
Program pengecekan darah ini dilakukan setiap satu tahun sekali oleh PP ITKON. Namun untuk tahun ini, PP ITKON bekerja sama dengan laboratorium dari Gunung Sahari, Jakarta.
(mcy/din)











































