Ada yang berbeda pada Sholat Jumat yang digelar di Kantor Kemenpora, Jumat (31/10/2014) siang ini. Selain ruangan baru, Menteri Imam Nahrawi bertindak sebagai menjadi khatib dan imam.
Memiliki latar belakang pendidikan sarjana agama dan juga aktif di Nahdatul Ulama, Imam sejatinya sudah terbiasa memimpin sholat dan menjadi khotib. Nah, di Jumat pertama dia menjabat Menpora dia memilih sholat di kantornya dan sekaligus jadi imam.
Disebut Imam, dia memilih sholat di Gedung Menpora demi mendekatkan diri dan tidak memandang bulu apakah karyawannya hanya staf biasa, eselon, atau deputi. Semua sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau tidak ada halangan saya akan sholat jumat di sini (kantor Kemenpora) terus," katanya seraya tersenyum.
Namun ketika detikSport menanyakan apakah akan terus menjadi imam seraya menunjuk Sesmenpora ia bilang. "Jangan saya terus, harus gantian. Di sini banyak yang bisa menjadi imam," ceplosnya tertawa.
Kehadiran Imam sebagai khatib dan imam di masjid disambut baik oleh para karyawannya. Alman Hudri yang juga Sekjen Perpani salah satunya.
"Ini langkah bagus untuk sekelas menteri. Karena di olahraga memang harusnya demikian. Ada pendekatan dengan para karyawannya dan tadi terlihat sekali beliau sangat peduli betul dan tidak memandang bulu," kata Alman.
"Sekarang saja beliau sedang menyalami semua orang yang ada di masjid. Itu artinya dia tidak memandang bulu. Apakah itu eselon berapa atau staf biasa semua ia rangkul," urainya kemudian.
Mengenai isi ceramah tadi, Alman mengatakan jika Menpora ingin karyawan-karyawannya bekerja dengan sungguh-sungguh. "Beliau juga menegaskan kalau ada perbaikan kementerian sampaikan kepada saya jangan ragu, beliau sangat terbuka sekali untuk saran," ungkapnya.
Hal yang sama diamini Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Djoko Pekik Irianto. Dia yang sedari tadi mendampingi Menpora hingga selesai sholat jumat menjelaskan, bahwa isi ceramah yang disampaikan menteri adalah soal etos kerja.
"Dimana kerja itu adalah ibadah dan diniatkan. Bukan karena keinginan sesuatu dan hal lainnya. Harus berlandaskan kejujuran dan terbuka," ucapnya.
Usai melakukan sholat jumat, Imam yang mengenakan baju koko berwarna putih dan bawahan sarung kotak-kotak berwarna merah ke ruangannya di lantai 10.
(mcy/din)











































