Salah satunya adalah saat dia diminta unjuk kebolehan di cabang tenis meja. Padahal peluhnya masih bercucuran di leher dan dahi karena baru selesai main permainan bulutangkis.
Awalnya, pria berusia 41 tahun itu tampak ragu mungkin karena baru saja bermain bulutangkis. Namun semangatnya yang masih tinggi akhirnya Imam mengiyakan ajakan untuk bermain pimpong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kemarin (saat blusukan ke cabor tenis meja di Senayan) dikritik. Katanya kalau mau smash harus pemanasan dulu minimal 10 menit," ungkap Imam menceritakan kisah blusukannya, kemarin siang, seraya terus melakukan pukulan-pukulan pada bola.
Sejurus kemudian ia kembali bertanya, "Itu sudah benar?" tanya Imam merujuk pada pola permainannya.
Pelatih tenis meja, Boby Regar yang melihat itu langsung menjawab. "Kalau bapak yang pukul sudah benar semua pak," sahut Boby, yang akhirnya membuat para rombongan, berikut awak media tertawa pecah.
"Iya, saya kan tidak boleh jawab salah. Semua pasti benar pak," tambahnya lagi. Kali ini snag menteri juga tak kuasa untuk ikut tertawa.
Di kesempatan itu Imam juga menyempatkan diri bertukar Pikiran soal olahraga tenis, sekaligus menanyakan fasilitas apa yang sekiranya kurang dan perlu dibenahi di sekolah tersebut. Termasuk pada kebutuhan untuk gedung tenis sendiri.
"Semua akan direnovasi secara bertahap termasuk gedung ini. Rencananya untuk tenis akan diperbaiki tahun depan," timpal Kepala Dinas Olahraga Pemuda Provinsi DKI Jakarta, Ratiyono.
Usai bermain tenis, Sekjen fraksi partai PKB itu kemudian berpamitan dengan sang pelatih dan atlet. Kemudian diakhiri dengan foto bersama.
(mcy/din)










































