"Saya itu waktu kecil sering loh berolahraga. Saya ingat waktu SMP itu main sepakbola di lapangan besar. Bukan futsal. Dan itu mainnya sampai magrib," ucap Imam.
"Abah saya sampai nyariin dan marahin karena engga ingat waktu, sampai magrib. Dulu itu kalau tidak sholat saya pasti diomelin, tak jarang kena sambit (pukul)," ungkapnya mengenang. β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski akhirnya hal itu tak menyurutkan langkahnya untuk terus menyusuri sekolah tersebut. Bahkan ketika ajudannya menawari untuk menggunakan mobil ketika Imam hendak berganti baju karena mau menunaikan ibadah sholat, ia justru memilih berjalan.
Peluh keringat yang membasahi dahi hingga leher, juga kausnya yang sudah basah karena keringat sama sekali tak menghalanginya.
DetikSport yang kebetulan βikut dalam rombongan kunjungan Kemenpora tersebut menyempatkan diri bertanya kepada pak menteri yang sudah terlihat kelelahan karena harus menjalani agendanya padatnya sore itu.
"Kayaknya sudah terlihat kelelahan, pak?" βtanya detikSport yang kebetulan jalan berdampingan saat itu.
Sambil berjalan Imam langsung menjawabnya dengan senyuman. "Sebenarnya sering olahraga engga sih, pak?" tanya detiksport lagi.
"Dulu saya sering olahraga. Tapi sekarang memang sudah jarang. Sudah hampir sekitar enam bulan, setahun lah sudah jarang olahraga," akunya.
"Kelihatan banget dong, pak, pegal-pegal," tanya detikSport kembali. "Wah, kayak telepati saja," ceplosnya.
"Enggalah, saya kira ini kebiasaan saya dan yang lain juga biasa lakukan. Tapi saya kira olahraga itu macam-macam tidak hanya bola, bulutangkis, atau tenis meja tapi ada yang jogging bahkan ada yang duduk loh, yoga. Jangan dikira," tambahnya kemudian.
"Bisa golf engga, pak?," timpal salah satu awak media.
(mcy/rin)











































