Mengapa ketiga pihak tersebut belum juga menentukan jumlah anggaran? Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menyatakan bahwa dana anggaran 2015 sudah diputuskan oleh pemerintahan yang lama sehingga tidak bisa diubah. Sebaliknya, anggaran Asian Games 2018 baru bisa disusun dari APBN Perubahan (APBNP) tahun 2015.
Sebagai gambaran, pada tahun 2014 pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 250 miliar untuk persiapan lima multievent yang berlangsung di tahun yang sama. Sementara pada tahun 2015, anggaran yang sudah digodok sebesar Rp 325 miliar. Rencananya dana tersebut digunakan untuk persiapan SEA Games, ASEAN Paragames, dan kualifikasi Olimpiade.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi, kami akan berusaha menjelaskan ini semua kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) agar ke depan, untuk anggaran APBNP, bisa lebih konkret dan lebih besar lagi," tambahnya.
Ia juga akan meminta pertimbangan rekan-rekannya yang duduk di bangku Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). "Saya kira teman-teman DPR tidak akan menolak karena ini hajat nasional, harga diri bangsa."
Tak hanya soal anggaran, Kemenpora saat ini juga sudah mulai menugaskan Satuan Pelaksana Program Emas (Satlak Prima) --organisasi yang mengurusi persiapan jelang multievent-- untuk segera fokus pada persiapan Asian Games maupun SEA Games.
"Tinggal sekarang ini tugas kami untuk melibatkan semua pihak untuk duduk bersama karena ini hajat nasional," ujarnya. "Apa saja gambarannya? Nanti ada saatnya saya gambarkan."
Pihak Komite Olimpiade Indonesia (KOI) juga mengaku belum membahas anggaran Asian Games 2018. "Belum, kami belum ada bahas itu," ujar Ketua Umum KOI, Rita Subowo.
(mcy/roz)










































