Berkat Kekompakan, 176 Kenshii Selamat dari Tsunami

Berkat Kekompakan, 176 Kenshii Selamat dari Tsunami

- Sport
Sabtu, 15 Jan 2005 17:40 WIB
Bogor - Bencana gempa dan tsunami menyisakan cerita mengharukan bagi sebagian atlet kempo Aceh. Seratus tujuh puluh enam atlet selamat karena mempraktekkan ajaran kempo. Pada hari terjadinya bencana, Minggu (26/12/2004), sebuah turnamen kejuaraan daerah memperebutkan Piala Walikota tengah digelar di Banda Aceh. Seratus tujuh puluh enam peserta sejak pukul 07.00 pagi telah berkumpul guna mengikuti putaran final kejuaraan tersebut. Belum dimulai, gempa pertama terjadi pukul 08.05 WIB. Azis Chandra yang menjadi pengawas pertandingan langsung meminta para peserta keluar gedung menuju lapangan ke dataran yang lebih tinggi. Belum sempat mengambil nafas, gempa susulan terjadi yang mengakibatkan sebagian Gedung Olah Raga (GOR) yang menjadi tempat berlangsungnya pertandingan ambruk. Para peserta sempat histeris, namun kemudian gelombang tsunami datang. Chandra langsung memerintahkan kenshii (para atlet kempo) untuk membuat rantai manusia dengan mengaitkan lengannya satu sama lain sambil bertahan dengan menggunakan kuda-kuda kempo. Begitu air mereda, strategi berhasil, tidak ada korban dari para kenshii yang hilang diterjang air. "Alhamdulillah, semua peserta itu selamat tidak ada yang hilang. Padahal, di GOR sebelah ada kejuaraan karate tapi di sana jatuh korban. Selain berkat Tuhan, ini juga karena kuda-kuda kempo dari rantai para kenshii cukup kuat. Itulah laporan tertulis dari Chandra," ujar Ketua Umum Perkemi Timbul Thomas Lubis di acara penataran kempo untuk jurnalis, Sabtu (15/1/2005).Perlu enam jam untuk 176 peserta itu keluar dari Banda Aceh. Mereka hanya membawa bekal baju koromo yang melekat di badan mereka dan semua peralatan kejuaraan hilang.Sementara itu, untuk bantuan PB Perkemi (Persaudaraan Beladiri Kempo Indonesia) mengaku telah menggalang dana dan barang-barang yang dibutuhkan. Hanya saja penyalurannya belum bisa didistribusikan kepada para kenshii."Untuk baju, makanan dan lain-lain semua sudah terkumpul, tapi belum ada koordinasi untuk bisa disalurkan. Untuk bantuan berupa barang sudah cukup, rencananya kami membuat rekening khusus bagi para kenshii di seluruh provinsi yang ingin menyumbangkan uangnya untuk kenshii di Aceh," tandas Timbul. (mel/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads