Tak Populer di Indonesia Tapi Juara Dunia

Tak Populer di Indonesia Tapi Juara Dunia

- Sport
Minggu, 16 Jan 2005 07:25 WIB
Bogor - Hanya berselang sembilan tahun sejak didirikannya Persaudaraan Beladiri Kempo Indonesia (Perkemi) para kenshi Indonesia sudah dapat berbicara di event internasional. Saat mengikuti Kejuaraan Dunia Kempo internasional Taikai 1975, Indonesia menjadi runner up bersaing ketat dengan negara asal Kempo Jepang. Disusul di tahun 1997 yang merupakan puncak prestasi Kempo Indonesia. Masih di Jepang, Indonesia berhasil merebut tiga medali emas dan satu perunggu di kejuaraan dunia tersebut. Padahal, dengan keterbatasan biaya Indonesia hanya mengirimkan empat pasang kenshii.Tiga pasangan puteri semua sukses memborong emas dan satu perunggu. Emas pertama dihasilkan dari embu (kerapihan teknik) jurus-jurus Kempo. Lewat pasangan Menah Suprianah/Ulya Himawati, Marta Soeselisa/Rahmawaty Dewi dan pasangan Lora E/Indah Wahyu berhasil merebut emas. Sedangkan perunggu disumbangkan pasangan putera Dr A Nuri/Andeas Sohliem. Dan yang terakhir di kejuaraan dunia di Paris pada 2001 lalu, tim Merah Putih masih sebagai runner up di bawah Jepang dengan mengoleksi satu medali emas dan tiga medali perunggu.Terbukti, meski variasi kempo Indonesia tidak sebanyak Jepang dan masih kempo yang "asli", prestasi kita tidak ketinggalan dengan Jepang. Didalam kepengurusan World Shorinji Kempo Organization (WSKO)pun, Indonesia punya andil seperti dipercaya membuat sebuah badan Kempo untuk kawasan Asia Tenggara. Diceritakan oleh Ketua Umum PB Perkemi Timbul Thomas Lubis, WSKO sebelumnya ragu-ragu atas adanya sebuah organisasi yang menjadi wadah Kempo Asia Tenggara, South East Asia Shorinji Kempo Association (SEASKA). Namun setelah adanya rancangan AD/ART, SEASKA ini mendapat tanggapan baik.Apalagi, tujuannya adalah untuk menggolkan kempo di ajang SEA Games. "SEASKA ini dipelopori oleh tiga negara yakni Indonesia, Malaysia dan Timor Leste. Dua negara Asia Tenggara lainnya, yakni Singapura dan Vietnam menyusul," jelas Timbul.Meski demikian, SEASKA diharapkan WSKO tidak hanya fokus di SEA Games sajatapi juga mencakup dalam penataran teknik, ujian dan lain-lain untuk kawasan wilayah Asia Tenggara.Lebih lanjut Ketum PB Perkemi ini mengungkapkan, terdaftar 207 ribu kenshii dengan 100 ribu kenshii yang aktif. Yang terbaru, sebanyak 99.420 kenshii telah mendapatkan nomor induk resmi. Ini berarti jumlah kenshii di Indonesia terbesar setelah Jepang. (key/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads