Ditemani para stafnya, Selasa (4/11/2014) siang, Imam yang mengenakan pakaian batik coklat dengan bawahan celana panjang hitam tak hanya melihat isi dari keseluruhan museum. Ia juga menyempatkan diri membaca sejarah dan perkembangan sejarah museum tersebut.
Usai kunjungan tersebut, Politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu melontarkan rasa prihatinnya akan kondisi museum yang sepi peminat. Menyayangkan hal tersebut, ia pun melontarkan saran-saran untuk menggugah peminat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi menurut saya mereka harus melakukan promosi lagi. Dalam arti promosi yang efektif, efisien dan murah. Seperti, misalnya, pengunjung yang datang ke TMII coba dikasih brosur. Tidak harus dengan kertas besar, setengah kertas saja kasih," sarannya.
Bulan September lalu Museum Olahraga, yang diresmikan pada 20 April 1989, sejatinya baru saja direvitalisasi oleh menpora sebelum ini, Roy Suryo. Didirikan di sebuah gedung dengan tanah seluas 1,5 ha dengan luas bangunan 3.000 m2, museum tiga lantai itu dibangun untuk memberi pemahaman kepada masyarakat tentang arti pentingnya olahraga.
(mcy/krs)











































