Bertempat di halaman kantor kementerian pemuda dan olahraga di kawasan Senayan, Jakarta pada Jumat (7/11/2014) pagi, Imam mengumumkan kerja sama dengan BNN. Acara ditandai dengan pengambilan sampel urine 600-an pegawai kemenpora usai senam pagi.
Dia pun mengaitkan acara itu dengan salah satu cara yang disebut sebagai revolusi olahraga: pengurus olahraga jangan sampai menjadi urusan olahraga itu sendiri.
"Salah satunya yang seperti ini, semua pengurus PB, harus melewati proses seperti ini. Tes urine untuk memastikan tak ada narkotika yang terkandung," kata Imam kepada wartawan.
"Kami harus memulai agar masyarakat menilai kalau kami tak main-main untuk menjadi lebih sehat dan lebih bersih. Tes ini akan kami jalankan pertiga bulan, atau tergantung BNN, bagaimana baiknya," beber pria kelahiran Bangkalan, Jawa Timur tersebut.
Tes narkotika memang tak mahal. Alat uji hanya Rp 10 ribu. Hasil pun bisa langsung didapatkan pada hari yang sama. Nah, karena kemudahan itu para atlet yang bakal masuk pemusatan latihan nasional per-1 Januari bakal menjalani tes serupa.
"Ini baru ide pertama kali dan belum dijalankan. Kami akan buat regulasi agar Prima (Program Indonesia Emas) menginstruksikan cabang olahraga untuk menambah satu poin saat seleksi dengan tes narkoba," kata Imam.
(fem/din)










































