ADC merupakan salah satu kelas yang diperlombakan di Asia Road Racing Championship. Program ini dikhususkan untuk mereka yang berusia di bawah 20 tahun dan dengan menggunakan motor Honda CBR 250R.
Kelas ini sudah dipertandingkan sejak tahun 2012. Untuk ADC tahun 2014 ini, sebanyak 18 rider dari sembilan negara Asia dan satu rider dari Australia ikut ambil bagian. Pebalap terbaik dari kelas ini nantinya berkesempatan untuk menjajal motor Moto3.
"Asia Dream Cup adalah program Honda Motor untuk menyeleksi pebalap-pebalap muda berpotensi di Asia dan Oseania. Di sini menggunakan motor CBR 250cc," ujar Manager Safety Riding & Motorsports Department AHM, Anggono Iriawan, Jumat (7/11).
"Dari sini terpilih 18-20 pebalap, yang terbaik nanti jenjangnya naik ke Moto3 atau Suzuka 4 jam (4-hours endurance)," imbuhnya.
Di kelas ADC, PT Astra Honda Motor menurunkan dua pebalap binaannya. Mereka adalah Andi Farid Izdihar--atau yang biasa disapa Andi Gilang (16 tahun)--dan Aditya Pangestu Hanafi (19 tahun).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah empat seri, Adit menduduki posisi ketiga klasemen dengan 105 poin, sedangkan Gilang berada dua tingkat di bawahnya dengan 63 poin.
Menurut Anggono, Adit dan Gilang sudah makin berkembang. Keduanya juga disebut sudah menunjukkan karakter membalap masing-masing.
"Sekarang Adit ada di posisi ketiga, Gilang di posisi kelima. Tapi Gilang banyak tidak beruntung, misalnya sudah di depan tapi jatuh. Dua kali seperti itu," lanjut Anggono.
"Gilang adaptasinya cepat dan dia punya kapasitas dan kompetensi. Kalau Adit punya fighting spirit yang luar biasa saat balapan. Jadi dua karakter yang berbeda."
"Gilang memang kelihatannya kalem, tapi saat balapan sangar. Dia agresif dan cepat," katanya menambahkan.
Dalam sesi latihan bebas hari Jumat (7/11/2014), Gilang menempati posisi kelima dan ketiga di sesi pertama dan kedua. Sementara itu, setelah menempati urutan ke-11 di sesi pertama, Adit kemudian menduduki peringkat keenam di sesi kedua.
(nds/mfi)











































