Menpora Ngobrol Bareng PB-PB

Menpora Ngobrol Bareng PB-PB

- Sport
Senin, 24 Nov 2014 16:21 WIB
Menpora Ngobrol Bareng PB-PB
Jakarta -

Kementerian Pemuda dan Olahraga siang ini melakukan pertemuan dengan para Pengurus Besar (PB) cabang olahraga. Mereka membahas sejumlah permasalahan yang ada.

Pertemuan ini dalam rangka untuk mendengarkan keluh kesah para pengurus sekaligus memberi masukan soal apa yang perlu dilakukan Kemenpora demi kesuksesan olahraga Indonesia di ajang multicabang baik nasional maupun internasional.

Dimulai pukul 13.30 WIB di kantor Kemenpora, Jakarta, Senin (24/11/2014), rapat dipimpin langsung oleh Menpora Imam Nahrawi, yang juga dihadiri oleh Ketua Umum KOI Rita Subowo, Ketua Umum KONI Tono Suratman, Ketua Satlak Prima Suwarno, beserta sejumlah para pengurus cabor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sengaja mengundang KONI, KOI, dan Satlak Prima karena saya ingin banyak mendengar dalam pertemuan ini. Saya juga ingin semua multievent sukses sehingga harus ada kerja sama satu sama lain supaya ada harmonisasi dalam keolahragaan kita," kata Imam dalam sambutannya.

Tak hanya mendengarkan keluh kesah, Imam juga meminta para pengurus cabang untuk memberikan saran atau masukan yang bisa dilakukan untuk para stakeholder olahraga, termasuk untuk Kemenpora sendiri.

"Silakan jika PB-PB mau mengeluhkan sesuatu dan memberi saran untuk apa yang bisa kami lakukan. Dan, saya mungkin akan sering melakukan pertemuan ini dengan kondisi tempat yang mungkin lebih besar dari tempat ini," tambahnya.

Setelah mendapatkan penegasan rapat dibuka, beberapa ketua cabang olahraga langsung mengutarakan soal keluhannya.

Salah satunya dari federasi angkat besi. β€ŽMereka mengeluhkan soal pembiayaan penggunaan fasilitas lokasi pemusatan latihan angkat besi yang berada di Pintu Kuning, Gelora Bung Karno, Senayan.

β€Ž"Kami berada di Pintu Kuning dan kami selalu ditagih untuk membayar sewa. Terus terang berat sekali, Pak. Selama ini kami ada bantuan tapi tidak banyak. Tapi untuk pembayaran air dan sebagainya selama satu dan dua tahun ini tidak dikasih dan kami harus menalangi sendiri.

"Sudah di Pintu Kuning kami yang semen, ngecat, tapi disuruh bayar juga. Makanya jangan heran kalau dulu wajahnya para pengurus cabang cerah-cerah, lalu sekarang wajahnya sudah layu-layu.

"Kami menyampaikan ini bukan untuk membongkar atau apa, tapi ini realita. Sayang kalau kami cabang yang kemarin menyumbang medali tapi harus begini. Mohon betul-betul biaya untuk PB mohon ada pembiayaan secara khusus," keluh Adang Daratjatun, Ketua PB PABBSI.

Sejurus kemudian keluhan Adang ditanggapi oleh β€ŽMenpora. "Saya sudah tanda tangan surat untuk Kemenpan yang ditembuskan untuk sekneg. Ini untuk mengambil alih pengelolaan GBK jadi tidak ada lagi keluhan-keluhan soal air, listrik dan lainnnya," kata Imam menanggapi keluhan Adang.

Rapat Kemenpora dengan PB, KONI, KOI, dan Satlak Prima berlangsung terbuka dan sampai saat ini masih terus berjalan. Dari pantauan detikSport, β€ŽPB yang tidak hadir antara lain sepakbola (PSSI) dan bulutangkis (PBSI).

(mcy/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads