Demikian diungkapkan Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora Gatot S. Dewa Broto pada jumpa pers yang digelar di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (26/11/2014). Hotel dipilih menjadi tempat pemberian bonus kepada atlet, pelatih, dan asisten pelatih berprestasi itu sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah sekaligus juga karena aturan pelarangan PNS menggelar kegiatan di hotel baru mulai berlaku 1 Desember 2014.
"Tempat ceremony-nya sama dengan pemberian bonus SEA Games tahun lalu yakni 7 April lalu di Hotel Sahid. Kenapa? Ini sebagai wujud apresiasi atlet. Ini juga mumpung peraturan dari Menpam tentang pelarangan himbauan untuk tidak melakukan kegiatan di hotel baru akan berlaku 1 Desember. Jadi Jumat nanti Bapak Menteri yang akan langsung memberikan bonus tersebut meski secara simbolis. Tapi setelah itu, hari Senin (1/12), kami akan transfer secara bertahap kepada para atlet," kata Gatot.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Intinya kami tidak ingin terjadi seperti dulu. Ketika satu atlet saja bermasalah seperti rekening mati atau apa, bisa berdampak pada atlet lain. Jadi kami sangat hati-hati sekali karena semakin cepat pemberian bonus ini beres yang untung kami juga karena βpenyerahan anggaran jadi sangat positif. Ngapain kami tahan kalau ada sesuatu yang menjadi hak mereka," beber Gatot yang menargetkan seluruh proses transfer bonus tersebut ke pihak bersangkutan akan tuntas sepenuhnya akhir Desember depan.
Kemenpora Masih Berusaha Rampungkan Bonus SEA Games 2013
Di tengah-tengah rencana pemberian bonus Asian Games dan Asian Para Games 2014, masih terselip "utang" yang belum sepenuhnya dirampungkan oleh Kemenpora yakni pemberian bonus SEA Games 2013.
Pada 7 April lalu Roy Suryo, menpora sebelumnya, secara simbolis sudah memberikan bonus SEA Games 2013. Tetapi sejauh ini masih ada beberapa atlet yang belum menerima bonus mereka. Hal itu tercuat pada rapat koordinasi antara Kemenpora dengan induk-induk cabang olahraga, Senin (24/11) kemarin, lewat aduan cabang panahan kepada Menpora Imam Nahrawi.
Menanggapinya, Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Gatot S Dewa Broto mengakui memang ada sejumlah atlet yang belum menerima bonus SEA Games 2013 yang menjadi haknya. "Kami tidak membantah ada satu dua cabang yang atletnya belum mendapat bonus, tapi saya berpikir positif mungkin karena ada kesibukan dan kami proaktif untuk menghubungi yang bersangkutan," katanya.
Dana untuk bonus SEA Games 2013, jelasnya, berbeda dengan anggaran βbonus Asian Games 2014 sehingga tidak bisa diselesaikan berbarengan dengan pemberian bonus pada hari Jumat (28/11) nanti. Namun, ia menegaskan sudah mendapat instruksi agar hal itu bisa segera dirampungkan.
"Posnya beda. Itu kan event SEA Games 2013 tapi kami tetap akan selesaikan semua. Intinya, Bapak Menteri (Imam Nahrawi) memerintahkan kepada kami supaya semua bisa diselesaikan. Jangan sampai ada yang tersisa atau bahkan sampai melewati tahun 2014. Makanya kami proaktif terus kami hubungi atlet penerima bonus SEA Games tersebut agar kelengkapan dokumennya bisa diselesaikan," ucap Gatot.
(mcy/krs)











































