detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 26 Nov 2014 18:08 WIB

Pekan Depan, Menpora Akan Bertemu KPK untuk Bahas Hambalang

- detikSport
Jakarta - Menpora Imam Nahrawi dijadwalkan bertemu dengan pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada pekan depan. Pertemuan ini dalam rangka menindaklanjuti pemanfaatan Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia akan menghadapi sejumlah event olahraga besar, seperti SEA Games 2015 di Singapura, Olimpiade 2016 di Brasil, dan yang paling penting adalah Asian Games 2018 saat Indonesia jadi tuan rumah. Tak ingin hanya sukses sebagai penyelenggara, para pengurus cabang olahraga berharap pemerintah mendukung peningkatan prestasi para atlet. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah penyediaan tempat pemusatan latihan yang permanen.

Hal tersebut memunculkan wacana pemanfaatan Hambalang sebagai tempat pemusatan latihan yang layak dan permanen. Wacana ini muncul di sela-sela evaluasi Asian Games 2014 beberapa waktu lalu.

Menindaklanjuti usulan tersebut, Menpora Imam Nahrawi segera bergerak untuk melakukan pengkajian. Pasalnya, Hambalang saat ini masih terjerat masalah dan proyeknya mangkrak akibat kasus korupsi.

Beberapa langkah pun sudah Menpora lakukan guna mengkaji rencana pemanfaatan Hambalang tersebut, dimulai dengan mengirimkan surat kepada KPK, survei ke lokasi Hambalang, hingga pertemuan informal dengan pimpinan KPK. Gayung bersambut, pekan depan Menpora akan bertemu pihak KPK.

"Minggu depan kami sudah dijadwalkan bertemu dengan KPK. Pertemuan nanti untuk mendapat kepastian tertulis kira-kira green light yang dimaksud seperti apa karena selama ini kami 'kan tahunya dari media," kata Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, Rabu (26/11).

"Sekalian kami juga ingin meminta izin apakah bisa masuk ke dalam lokasi Hambalang itu sendiri. Karena selama ini gedungnya di-police line. Kalau kami masuk ternyata ada barang bukti pasti kami dianggap salah," ungkapnya kemudian.

Tak hanya dijadwalkan bertemu dengan KPK, Menpora juga memerintahkan deputinya untuk membuat tim kajian khusus untuk Hambalang.

"Dua hari yang lalu Pak Menteri memerintahkan kepada kami untuk membentuk tim kajian khusus tentang Hambalang. Tim kajian ini tidak hanya melibatkan Kemenpora, tapi juga ada unsur PU, keuangan, BPK, BPKP, KSO (Adhi dan Wika) karena mereka tahu persis kondisi di sana, dan beberapa pihak lainnya," ujar Gatot.

"Tujuan pembentukan kajian ini supaya proses Hambalang bisa cepat dan kami juga tak ada waktu untuk berlama-lama mempersiapkan the next apa yang mesti dilakukan Kemenpora," sambungnya.

"Tapi, apapun hasilnya dari tim kajian ini, nantinya akan kami laporkan kepada Komisi X. Karena ini berhubungan dengan mereka juga terkait Hambalang itu sendiri," kata Gatot.

(mcy/mfi)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed