Ada 'Sakitnya Tuh di Sini' Ketika Menpora Imam Nahrawi Berbincang dengan Adhyaksa Dault

Ada 'Sakitnya Tuh di Sini' Ketika Menpora Imam Nahrawi Berbincang dengan Adhyaksa Dault

- Sport
Kamis, 27 Nov 2014 18:15 WIB
Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menerima kunjungan dari Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault. Obrolan mengalir santai sampai menyebut-nyebut 'Sakitnya Tuh di Sini'. Apa sih?

Adhyaksa melakukan kunjungan ke kantor Kemenpora di Senayan, Jakarta (27/11/2014), untuk bersilaturahmi sekaligus sharing soal dunia olahraga dan kepemudaan Indonesia.

"Saya menghadap Menpora karena beliau pembina kami, Mabina (Majelis Pembina Nasional). Jadi kami melaporkan kegiatan kami selama lima tahun ini. Kebetulan akan ada Jambore Nasional di Cibubur. Tapi tempatnya masih seperti itu, jadi kami perlu dukungan pemerintah untuk membenahi lagi," kata Adhayaksa yang sempat duduk di kursi menpora periode 2004-2009.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam percakapan tersebut, Adhyaksa sekaligus mengutarakan harapannya agar pemerintah saat ini bisa lebih memberi perhatian secara khusus kepada generasi muda. Kian bagus jika kegiatan tersebut bisa bersinergi dengan Kwarnas. "Apalagi tantangannya sekarang ini luar biasa khususnya bagi anak-anak muda kita, utamanya dalam hal informasi," sebutnya.

Sehubungan dengan hal itulah Adhyaksa pun melemparkan usulan agar Kemenpora membuat film, sebagaimana yang pernah dilakukan pihaknya pada tahun 2007 silam dalam rangka menyambut Hari Pahlawan dan Sumpah Pemuda. Di sinilah lalu muncul celetukan Menpora mengenai kalimat 'Sakitnya Tuh di Sini' yang kini menjadi istilah populer akibat sebuah judul lagu berjudul sama.

"Makanya tadi saya sarankan kepada beliau untuk membuat film karena pada jaman saya dulu, saya sempat buat film judulnya Laksamana Keumalahayati. Kalau sekarang Menpora bikin film lagi, misalnya apa Pahlawan dari Madura, atau...," ucap Adhyaksa yang lantas disela oleh celetukan Imam Nahrawi, "Oh, bukan, Sakitnya Tuh di Sini."

Pembuatan film itu, lanjut Adhyaksa, tentu diharapkan bisa menghadang serbuan film-film luar, apalagi jika seluruh kementerian era Presiden Jokowi bisa merilis film-film serupa.

Imam Nahrawi sendiri menyambut positif kunjungan dan masukan yang ia terima dari Adhyaksa. Ia pun cukup serius menanggapi usulan soal pembuatan film khusus karena menurutnya itu dapat mendorong keterlibatan positif dari para generasi muda.

"Di sini juga jadi tugas besar bagi Pramuka yang kami bantu secara maksimal, baik itu sarana maupun hal-hal yang disampaikan, termasuk kita ingin membuat film 'Ketika Sakitnya Tuh di Sini; itu akan banyak melibatkan anak-anak muda untuk berekpresi. Sebab terus terang mereka butuh saluran yang positif, salah satu yang positif adalah Pramuka karena di dalamnya akan digembleng jadi anak yang hebat," tegasnya.




(mcy/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads