Untuk Pertama Kalinya PON Remaja Akan Digelar

Untuk Pertama Kalinya PON Remaja Akan Digelar

- Sport
Jumat, 05 Des 2014 17:02 WIB
Jakarta - Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja I siap digelar. Ajang yang akan terlaksana di Jawa Timur pada 9-15 Desember itu akan mempertandingkan 133 nomor dari 15 cabang olahraga.

"Kesiapan PON Remaja I saat ini sudah dalam keadaan siap. Kami sudah memantau ke Surabaya dan Sidoarjo, panitia sana mengatakan semua sudah siap. Termasuk soal keabsahan administrasi venue, entry by name atlet, lapangan, akomodasi, transportasi, dan lain sebagainya itu sudah siap,” kata Wakil Ketua Umum KONI Pusat I, Suwarno, dalam jumpa pers yang digelar di Kantor KONI, Senayan, Jumat (5/12/2014).

β€œJustru yang sampai saat ini masih perlu konfirmasi terkait inspektur upacara. Kami memohon agar Presiden RI Joko Widodo bisa menjadi inspektur sekaligus membuka PON Remaja tersebut. Tapi sampai sekarang kami belum dapat konfirmasi beliau. Kami berharap presiden bisa membuka karena ini penting. Ini bagian dari sejarah kita dalam proses pengembangan pembinaan atlet khususnya di usia muda.”

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PON Remaja dicetuskan pertama kali oleh KONI Pusat dalam Rapat Anggota Tahunan KONI Pusat 2013. Tujuannya untuk meningkatkan dan mengembangkan prestasi olahraga nasional khususnya usia muda.

KONI Pusat menilai perlu adanya proses pembinaan yang berjenjang dan berkesinambungan. Terlebih saaat ini di tingkat Asia telah terselenggara multievent olahraga untuk usia remaja seperti Asian Youth Games, sementara di tingkat dunia telah diselenggarakan Youth Olimpic Games. Maka itu, atlet-atlet yang ikut pun batas usianya minimal 12 tahun maksimal 17 tahun per 31 Desember tahun ini.

Sejalan dengan perkembangan keolahragaan di tingkat internasional itu, makanya KONI Pusat menilai perlu dibuatnya penyelenggaran PON Remaja ini.

"Setidaknya melalui PON Remaja ini diharapkan bisa melahirkan atlet-atlet elite nasional yang bisa disiapkan di ajang multicabang internasional seperti antara lain Asian Youth Games dan Youth Olimpic Games," jelas Suwarno.

Ajang bertarap tingkat nasional ini akan mempertandingkan 133 nomor dari 15 cabang olahraga, dan akan mengikutsertakan 3 ribu atlet dari 34 propinsi di Indonesia.

ke-15 cabang itu antara lain anggar, bola basket, bulutangkis, loncat indah, panahan, renang, sepakbola, atletik, voli pantai, judo, menembak, pencak silat, senam, tenis meja, dan tenis lapangan.

"Sebenarnya banyak cabang yang ingin kami ikut tapi belum bisa kami wadahi karena keterbatasan anggaran. Dari pemerintah awalnya akan memberikan 30 miliar, tapi kemudian menjadi 10 miliar karena banyaknya multievent. Padahal idealnya jika semua cabang olahraga ikut dana yang dibutuhkan adalah 120 miliar," tambah Suwarno.

"Makanya, selain dari APBN, kami juga dibantu dari APBD Jawa Timur, dan beberapa pihak terkait untuk menutupi keterbatasan ini. Kenapa diselenggarakan 2014 karena kami pikir kapan lagi? Di depan mata sudah banyak multievent."

Kendati begitu, Warno berharap pada PON Remaja berikutnya bisa semua cabang olahraga diikutkan. PON Remaja I ini bisa dijadikan bahan evaluasi untuk ajang berikutnya.

"PON Remaja kedua rencananya akan digelar 2017 dengan usulan tuan rumah Jawa Tengah. Kami berharap di PON tersebut bisa lebih banyak lagi cabang yang ikut serta tentu dengan dukungan pemerintah dan semua pihak," imbuhnya, seraya menargetkan event ini bisa digelar setiap dua tahun.

(mcy/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads