Yamaha ASEAN Cup Race

Indonesia Mendominasi Balapan ST 150 dan 250

- Sport
Minggu, 07 Des 2014 15:11 WIB
Detiksport/Mercy Raya
Sentul - Pebalap Indonesia mendominasi di balapan pertama kelas ST 150 dan ST 250, setelah Rheza Danica dan Sudarmono menjadi yang tercepat di kelasnya masing-masing.

Balapan di Sirkuit Sentul, Bogor, Minggu (7/12/2014), berlangsung sengit. Masing-masing tim peserta Yamaha ASEAN Cup Race ingin mencapai posisi pertama, termasuk diantara tim tuan rumah, Indonesia.

‎Pebalap Yamaha Indonesia kelas ST 250, Sudarmono, ‎menjadi pebalap tercepat setelah melahap 12 lap dalam waktu 21 menit 16,820 detik. Disusul rekannya, Sigit Purnomo dengan selisih waktu 0,937 detik, dan Rey Ratukore yang berhasil membukukan waktu 21 menit 18,385 detik.

"Sebenarnya nyangka engga nyangka juga bisa menang, karena kami melawan pebalap-pebalap yang levelnya lebih tinggi di tingkat internasional. Tapi akhirnya bisa juara juga," kata Momon-panggilan akrab Sudarmono- usai pertandingan.

Ia menambahkan, tidak ada kesulitan yang berarti dalam balapan siang tadi. Sama-sama menggunakan motor‎ baru seri YZF-R25 menjadi kunci pebalap Indonesia bermain lepas.

"Kami tidak ada strategi khusus siapa yang juara pertama, atau kedua. Tapi karena motornya baru jadi kami main lepas saja," ungkap Rey, soal kunci keberhasilan tim Indonesia kali ini.

"Kami juga diuntungkan karena tuan rumah dan penonton mendukung semua, makanya kami lebih percaya diri," timpal Sudarmono.

Hal yang sama dialami pebalap Yamaha Indonesia kelas ST 150. Tiga pebalap Yamaha Indonesia juga berhasil mendominasi. Rheza Danica menjadi yang terdepan pada race ‎pertama kali ini.

Rheza disusul rekan setimnya, Handy Tuahatu dan Fitriansyah Kete yang berhasil menyelesaikan balapan dalam waktu 22 menit 49,772 detik. Masing-masing menduduki peringkat dua dan tiga.

"Terimakasih kepada Tuhan YME. Saya menjadi pertama. Ini berkat dukungannya masyarakat Indonesia. Saya mendapat pole sebenarnya kaget juga karena waktu latihan bebas saya posisi ke-9," sahut Reza usai balapan.

Hal yang sama diungkapkan Handy seraya mengungkapkan kunci keberhasilan mereka memenangi balapan.

"Kami tadi menggunakan ban kering karena kami pikir sirkuit semakin sering dilewati pasti akan mengering, makanya kami memilih untuk tidak mengganti ban walau habis hujan," pungkas Handy.

(mcy/mrp)