"Ibu sangat berperan penting buat hidup saya sekarang. Doa restu beliau setiap saat, dan setiap kali saya akan bertanding, itu sangat berpengaruh bagi hidup saya. Tanpa dia mana mungkin bisa seperti sekarang," tutur Eko dalam perbincangan dengan detiksport, tentang Hari Ibu yang jatuh pada hari ini, Senin (22/12/2014).
Eko adalah figur atlet sukses yang lahir dari keluarga kurang mampu. Bapaknya dulu seorang pengayuh becak, sedangkan ibunya penjual sayur. Nasib kelak mengubah hidup pria kelahiran Lampung, 24 Juli 1989, itu, berkat bakat dan prestasinya di dunia angkat besi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sih tidak terlalu dengan acara-acara seperti itu. Karena mengucapkan terimakasih kepada jasa ibu bisa dilakukan hari-hari biasa, bahkan setiap hari," tuturnya.
"Saya jarang melakukan hal itu (mengucapkan selamat Hari Ibu). Mungkin juga karena latar belakang keluarga saya tidak mampu, lalu dari SD juga sudah memantau, jadi jarang melakukan itu. Intinya setiap hari saya telepon ibu, tanya keadaannya, minta doa restu saat tanding. Dan tentu saja, kalau saya ada rejeki pasti kasih ke ibu, kita makan-makan bareng. Tidak ada perayaan khusus yang seperti bagaimana," paparnya.
Dari kemampuannya mengangkat barbel sudah banyak medali yang dipersembahkan Eko buat Indonesia, termasuk dua perunggu di pentas Olimpiade (2008 & 2012).
(mcy/a2s)











































