Wawrinka & Li Na Berjaya di Australia, Bulutangkis Jeblok

Kaleidoskop Olahraga 2014 (Januari)

Wawrinka & Li Na Berjaya di Australia, Bulutangkis Jeblok

- Sport
Senin, 29 Des 2014 08:24 WIB
Wawrinka & Li Na Berjaya di Australia, Bulutangkis Jeblok
SAEED KHAN/AFP/Getty Images
Jakarta -

Stanislas Wawrinka dan Li Na tampil sebagai kampiun baru Australia Terbuka. Sedangkan bulutangkis Indonesia sama sekali tidak menghasilkan gelar juara di dua turnamen.

Pada prosesnya Wawrinka mengalahkan juara empat tahun beruntun Novak Djokovic di perempat sebelum menjadi juara dengan kemenangan atas Rafael Nadal 6-3, 6-2, 3-6, 6-3 di final.

Seiring keberhasilannya itu, Wawrinka turut menorehkan sejarah dengan menjadi petenis pertama yang berhasil mengalahkan dua unggulan teratas di Grand Slam sejak Sergi Bruguera di Prancis Terbuka pada 1993.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di kelompok putri, Li Na tampil sebagai juara setelah di final menundukkan Dominika Cibulkova straight set, 7-6(3), 6-0. Keberhasilan ini mengakhiri penantian petenis China itu setelah sebelumnya dua kali kandas di partai puncak pada 2011 (vs Kim Clijsters) dan 2013 (vs Victoria Azarenka).

Gelar ini menjadi trofi Grand Slam kedua bagi Li Na usai pada 2011 silam berhasil menyabet Prancis Terbuka.

Juara Australia Terbuka lima kali, Serena Williams, kandas di babak keempat oleh Ana Ivanovic. Meski begitu, Serena sudah memperoleh satu trofi di awal tahun setelah menjuarai Brisbane International usai mengalahkan Azarenka 6-4, 7-5.

Prancis tampil sebagai juara Piala Hopman setelah mengalahkan Polandia 2-1 di final. Ini merupakan trofi Hopman pertama bagi mereka setelah dua kali kandas di final pada 1988 dan 2012.

Di arena bulutangkis, Indonesia gagal bersinar di Korea Terbuka Super Series dan Malaysia Super Series Premier.

Di Korea, prestasi terbaik Indonesia hanyalah semifinal di nomor ganda putri di mana Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii dikalahkan oleh sang juara Bao Yixin/Tang Jinhua tiga gim 5-21, 21-19, 21-11.

Sedangkan di Malaysia, langkah Indonesia terhenti di final. Di nomor tunggal putra Tommy Sugiarto tak kuasa menahan gempuran unggulan teratas Lee Chong Wei sehingga kalah dua gim langsung 19-21, 9-21.

Ganda campuran Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan terpilih sebagai MVP (Most Valuable Player) PBSI setelah menyabet gelar enam titel juara pada 2013. Atas prestasinya itu, pasangan yang kini menduduki rangking empat dunia itu diganjar hadiah uang sebesar Rp 1 miliar.

Dari arena balap mobil, pebalap GP2 Indonesia Rio Haryanto mengumumkan bergabung dengan EQ8 Caterham Racing, mengakhiri semusim kerjasamanya dengan Barwa Addax Team di tahun sebelumnya.





(rin/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads