Novak Djokovic tampil sebagai juara di Wimbledon usai mengalahkan Roger Federer. Dari turnamen yang sama, petenis junior asal Indonesia juga meraih prestasi besar.
Nama Indonesia terdengar di Wimbledon 2014 berkat petenis putri junior, Tami Grende. Berpasangan dengan atlet asal China, Qiu Yu Ye, ia berhasil menjuarai nomor ganda putri usai menundukkan pasangan Republik Ceko dan Hungaria, Marie Bouzkova/Dalma Galfi, dengan skor 6-2 dan 7-6.
Prestasi ini menjadi torehan bagus bagi Tami yang merupakan petenis junior kedua yang mencatatkan diri sebagai juara di Wimbledon. Pada tahun 2001 silam, Angelique Widjaja juga pernah menorehkan prestasi yang sama. Saat itu, Anggie berhasil menjadi juara di nomor tunggal putri setelah mengalahkan petenis asal Rusia, Dinara Safina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan hasil tersebut, Djokovic kini punya 7 gelar Grand Slam. Djokovic melewati prestasi pelatihnya saat ini, Boris Becker, yang semasa karirnya hanya mengoleksi 6 kali gelar Grand Slam.
Β
Tak hanya sampai di situ, Djokovic juga menambah deretan momen bahagianya dengan merampungkan rencana pernikahan dengan tunangannya, Jelena Ristic. Pernikahan tersebut terlaksana tak lama setelah gelar Wimbledon ia capai.
Hal yang sama dialami Petra Kvitova. Dia menjuarai Wimbledon usai mengalahkan Eugenie Bouchard dengan skor 6-3 dan 6-0. Buat Kvitova, ini adalah titel keduanya di Wimbledon. Sebelumnya, petenis asal Rusia itu menjadi juara pada tahun 2011.
Sedangkan dari cabang bulutangkis, Indonesia berhasil menyabet dua gelar juara di perhelatan Taiwan Grand Prix Gold 2014. Kedua emas itu dipersembahkan oleh pasangan Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii dan Andrei Adistia/Hendra Aprida Gunawan.
Sementara itu pada cabang basket, bulan Juli menjadi saksi bagi kepindahan pebasket LeBron 'King' James. Setelah empat tahun memperkuat Miami Heat, pebasket berusia 29 tahun itu kembali ke klub asalnya, Cleveland Cavaliers, dan akan kembali pula memakai nomor lamanya yaitu 23.
(mcy/roz)











































