Marc Marquez Juara Dunia Lagi, Indonesia Punya Menpora Baru

Kaleidoskop Olahraga 2014 (Oktober)

Marc Marquez Juara Dunia Lagi, Indonesia Punya Menpora Baru

- Sport
Rabu, 31 Des 2014 12:54 WIB
Marc Marquez Juara Dunia Lagi, Indonesia Punya Menpora Baru
Getty Images/Mirco Lazzari gp
Jakarta -

Bulan Oktober menjadi bulan yang membahagiakan untuk Marc Marquez yang mempertahankan gelar juara dunianya. Dari dunia olahraga Indonesia, Imam Nahrawi ditunjuk sebagai Menpora baru.

Marquez yang masih tampil dominan di sepanjang musim 2014 memastikan titel juara dunia di seri MotoGP Jepang. Meski hanya finis kedua di belakang Jorge Lorenzo di Sirkuit Motegi, Marquez sudah bisa mengunci gelar. Jumlah poinnya saat itu, 312 poin, sudah tak bisa dikejar oleh Lorenzo dan Valentino Rossi yang sama-sama punya 230 poin dengan tiga balapan tersisa.

Keberhasilan Marquez mempertahankan gelar di tahun ini diiringi sejumlah catatan spesial. Dengan usianya yang masih 21 tahun, rider Repsol Honda itu menjadi pebalap termuda yang memenangi gelar juara dunia di kelas premier secara beruntun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak cuma itu, Marquez juga tercatat sebagai pebalap pertama yang memenangi 10 seri balapan pembuka di kelas premier sejak Giacomo Agostini di tahun 1970. Sepuluh kemenangan beruntun itu juga jadi rekor baru untuk kemenangan beruntun terbanyak di kelas MotoGP.

Masih dari MotoGP, bulan Oktober juga menjadi bulan yang membahagiakan untuk para penggemar Marquez di Indonesia. Rider asal Spanyol itu mengunjungi Indonesia bersama rekan setimnya, Dani Pedrosa. Keduanya datang ke Indonesia usai melakoni balapan di MotoGP Australia.

Di Indonesia, Marquez dan Pedrosa menyapa para penggemarnya di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat. Ribuan penonton antusias menyambut kedatangan dua rider MotoGP itu.

Dari dunia olahraga Indonesia, Imam Nahrawi ditunjuk sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga oleh Presiden Jokowi. Dia menggantikan Roy Suryo yang habis masa jabatannya.

Banyak pekerjaan rumah sudah menanti Imam. Mencairkan bonus peraih medali Asian Games ke-17, membereskan problem di PSSI, dan menyelesaikan konflik KONI-KONI lantas menjadi janji yang ditawarkan politisi dari PKB itu.

Dalam beberapa hari pertama usai resmi menjabat sebagai Menpora, Imam langsung blusukan ke beberapa cabang olahraga. Pria asal Jawa Timur itu mengunjungi PB PASI, pelatnas bulutangkis di Cipayung, hingga sekolah atlet di Ragunan. Lewat blusukan itu, Imam berkenalan langsung dengan dunia olahraga Indonesia sekaligus mengaku mendapat perspektif baru.

Masih dari dunia olahraga dalam negeri, Indonesia gagal memenuhi target di Asian Games yang digelar di Incheon, Korea Selatan. Ditarget menembus 10 besar, kontingen 'Merah Putih' akhirnya menutup pesta olahraga antarnegara Asia itu dengan hanya menempati peringkat ke-17.

Jumlah medali yang diraih pun tak sesuai dengan harapan. Indonesia hanya meraih empat emas dari sembilan yang ditargetkan. Keempat emas itu disumbangkan oleh Greysia Polii/Nitya Krisinda Maheswari (bulutangkis nomor ganda putri), Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (bulutangkis nomor ganda putra), Maria Natalia Londa (atletik nomor lompat jauh), dan Juwita Niza Wasni (wushu nomor Nanquan).

Secara keseluruhan, Indonesia mendapat empat emas, lima perak, dan 11 perunggu. Sementara gelar juara umum direbut oleh China yang mengoleksi 151 emas, 108 perak, dan 83 perunggu.

Kabar duka datang dari cabang balap sepeda. Salah seorang atlet nasional, Nifera Ufrotun Saidatun Nila, tewas saat menjajal trek di Kejuaraan Asia Downhill di Lubuklinggau.

Dari cabang bulutangkis, tak banyak prestasi yang dicetak oleh atlet-atlet Indonesia di ajang internasional. Di Denmark Open Super Series Premier, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir gagal juara meski sudah mencapai final. Namun ganda campuran andalan 'Merah Putih' itu kemudian menebusnya dengan menjadi yang terbaik di Prancis Open Super Series.

Tontowi/Liliyana yang menjadi satu-satunya wakil Indonesia dibabak final meraih gelar juara di Paris lewat kemenangan atas ganda Inggris, Chris Adcock/Gabrielle Adcock. Mereka menang relatif mudah 21-9, 21-16 hanya dalam tempo 33 menit.

Sementara itu, kabar mengejutkan mencuat dari Malaysia. Negeri jiran diterpa kasus doping setelah salah satu pebulutangkis topnya gagal melewati tes. Meski tak menyebut nama, namun pebulutangkis yang diduga kuat sebagai atlet tersebut adalah Lee Chong Wei.

Serena Williams menegaskan statusnya sebagai petenis terbaik di tahun ini dengan meraih gelar juara di WTA Finals 2014 yang digelar di Singapura. Petenis rangking satu dunia itu mengalahkan Simona Halep di babak final.

Dari sektor putra, Roger Federer menambah koleksi gelarnya lewat turnamen Shanghai Masters. Petenis asal Swiss itu merebut titel juara usai menundukkan Gilles Simon dalam duel final yang berlangsung ketat 7-6 (6), 7-6 (2). Gelar ini menjadi gelar seri Masters yang ke-23 untuk Federer dan yang pertama di China.

Dari ajang balap Formula 1, Sebastian Vettel akhirnya memberi kepastian soal kelanjutan masa depannya di Red Bull. Pebalap asal Jerman itu memastikan diri meninggalkan Red Bull di akhir musim 2014.

Sementara itu, Lewis Hamilton memenangi GP Rusia yang yang untuk pertama kalinya digelar di tahun ini. Hamilton finis terdepan diikuti oleh Nico Rosberg yang berada di belakangnya. Dengan finisnya Hamilton dan Rosberg di posisi satu dan dua, Mercedes memastikan gelar juara konstruktor.

Liga basket NBA juga mulai bergulir di bulan Oktober. Sang juara bertahan San Antonio Spurs mengawali kiprahnya dengan kemenangan tipis 101-100 atas Dallas Mavericks.

(nds/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads