Masih Ditunggu, Gebrakan dari Menpora Imam Nahrawi

Jokowi 100 Hari

Masih Ditunggu, Gebrakan dari Menpora Imam Nahrawi

- Sport
Rabu, 28 Jan 2015 14:02 WIB
Masih Ditunggu, Gebrakan dari Menpora Imam Nahrawi
Jakarta -

Memasuki masa kerja 100 hari kabinet Joko Widodo, kritikan deras ditujukan kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga. Beberapa pengurus cabang menilai Imam Nahrawi belum membuat gebrakan.

Sekretaris Jenderal PB PASI Tigor Tanjung mengaku belum merasakan perubahan signifikan yang dibuat menpora saat ini, termasuk dua hal yang seharusnya bisa dilakukan sejak hari pertama.

"100 hari atau 200 hari itu 'kan pembicaraan orang politik. Para atlet dan pelatih tetap latihan dan sejauh ini masih oke-oke saja. Dengan menteri ini atau yang kemarin ya sama-sama saja. Saat ini ada Prima, yang lalu juga Prima. Belum ada gebrakan baru. Semua masih sebatas rencana," kata Tigor saat dihubungi detiksport, Rabu (28/1/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dua hal yang kami harapkan bisa segera dibenahi, yaitu kelancaran dana dan kemudahaan pegadaan peralatan, ya belum terlaksana. Seharusnya itu bisa dilakukan dengan segera 'kan?"

PB-PB sedang melakukan persiapan menghadapi event internasional terdekat, yaitu SEA Games 2015, yang akan digelar di Singapura pada bulan Juni.

"Kalau mengejar prestasi butuh waktu panjang, butuh empat tahun lebih. Kalau dana dan peralatan tidak perlu bukan? Untuk prestasi memang baru bisa menyusun landasan-landasan dengan waktu tiga bulan ini," sambung Tigor.

Senada, Edmound Simorangkir tak puas dengan kinerja Imam Nahrawi. Ketua Umum PB ISSI yang sedang dibekukan itu menilai menpora bergerak lamban karena tak memahami tugasnya.

"Belum ada gebrakan yang dibuat menpora sama sekali. Kami dibuat menunggu-nunggu apa sih yang dibuat menteri ini. Padahal prestasi olahraga Indonesia perlu pembenahan," kata Edmound.

"Satlak prima ini bagaimana? Kami lihat prestasi bukannya naik tapi malah menurun. Indikasinya jelas, di Asian Games. Perjalanan di ranah pembinaan juga masih carut-marut," kata Edmound.

Kasus PB ISSI (ada tiga kepengurusan) menteri tidak memberi tanggapan yang cepat dan positif. Harapan kami kepada Bapak Menteri cukup besar untuk revolusi pembinaan olahraga Indonesia, sebab belum ada langkah-langkah yang signifikan untuk menentukan arah, mau dibawa ke mana kami ini?

"Bisa jadi semua ini terpengaruh latar belakang beliau yang bukan dari olahraga. Ini mungkin yang menjadikan semuanya berjalan lambat. Ini jalan di tempat. Malah cenderung mundur.

"Kalau menengok persiapan SEA Games ya amburadul, bisa dicek setiap cabor. Sama saja dengan menpora sebelumnya," simpul Edmound.

(fem/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads