Turnamen golf bertajuk CIMB Niaga Indonesian Masters akan kembali digelar 23-26 April 2015. Tiga pegolf bintang memastikan keikutsertaannya dalam ajang yang digelar di Royale Jakarta Golf Club, Jakarta.
Β
Kepastian itu disampaikan Presiden Direktur CIMB Niaga Arwin Rasyid dalam jumpa pers yang digelar di Hotel JS Lawusan, Kuningan, Rabu (4/2/2015).
Arwin mengatakan, dari sisa 78 hari digelarnya turnamen berhadiah 750 ribu USD itu, animo peserta yang ikut semakin hari semakin meningkat. Termasuk para pemain terbaik di Asian Tour dan sejumlah nama terkenal dalam sejarah golf modern seperti diantaranya Anirban Lahiri, Lee Westwood, dan Thomas Bjorn.
Lahiri merupakan peringkat kedua pada Order of Merit Asian Tour dan terpilih sebagai Player's player of the year 2014 di Asian Tour. Sementara Lee tercatat dua kali juara Indonesia Masters 2011 dan 2012, sedangkan Thomas merupakan pemain asal Denmark yang tercatat meraih enam kali European Ryder Cup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baik Lee, Thomas, dan Lahiri akan bergabung dengan para pegolf lain dari Indonesia, maupun negara-negara lain. Total ada 150 pegolf yang memastikan ikut, di mana 20 di antaranya adalah pemain dari Indonesia.
"2014 adalah tahun yang spesial tapi turnamen ini yang memulai dan mempersiapkan saya menghadapi sisa tahun lalu. Eagle pada hole terakhir tersebut merupakan putt yang tidak akan pernah saya lupakan. Jadi saya memiliki banyak kenangan baik tentang CIMB Niaga Indonesia Masters dan βsaya sudah tidak sabar untuk kembali dan mempertahankan gelar saya," kata Anirban Lahiri, menyoal keikutsertaannya di turnamen skala internasional ini.
Senada, Lee Westwood, juara 2011 dan 2012 Indonesian Masters dan veteran dengan rekor 41 kemenangan profesionalβ, mengatakan keinginannya untuk mencetak kemenangan untuk ketiga kalinya. "Turnamen ini adalah turnamen yang saya kenal baik. Tentu saya ingin mencetak kemenangan untuk yang ketiga kalinya di sana (Royale Jakarta Club)," harapnya. β
Sementara itu George Chandra, Chief Operational Officer Royal Jakarta Club, yang sudah menjadi tuan rumah penyelenggaraan sejak Indonesian Masters pertama, mengatakan untuk venue Royal sudah sepenuhnya siap.
"Untuk venue kami selalu siap. Kami juga terus menjaga kualitas dari lapangan. Dari 27 hall, untuk hari-hari biasa kami buka hanya 18 hall. 9 hall sisanya itu kami maintenance secara rutin," katanya.
"Justru yang sulit itu karena sekarang kondisi hujan sehingga banyak air yang mungkin menggenang. Makanya saat ini kami sudah memasang 25 ribu meter untuk menambah drainage," ungkapnya.
Ke depannya, baik George maupun Arwin βberharap ajang ini bisa terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.
"Ke depannya ajang ini akan terus berlanjut karena selama ini termasuk sukses, Royal ini termasuk yang paling top di Asia. Jadi tidak ada salahnya menjadikan Indonesia sebagai salah satu golf destination yang terkemuka di Asia Tenggara. Kita ada 8 juta turis setahun, kenapa gak setengahnya buat para golf," kata Arwin. β
(mcy/din)











































