Indonesia dihadapkan pada sebuah multievent besar dalam tiga tahun ke depan. Selain penyelenggaran event nasional PON XIX tahun 2016, yang paling dinantikan tentu saja gelaran Asian Games 2018. Meski tidak digelar tahun ini, persiapan menjelang event tersebut sudah akan dimulai di 2015.
Menyadari kesuksesan penyelenggaraan dan prestasi tak akan berhasil jika tanpa anggaran yang dimiliki tidak besar, Menpora segera mengusulkan tambahan anggaran tahun 2015.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sisanya seperti penguatan KONI dalam rangka Asian Games 2018 sebesar Rp 102 miliar, usulan Kwarnas untuk renovasi Buperta Cibubur Rp 99,836 miliar, Program Indonesia Emas (Prima) sebesar Rp 395 miliar, penguatan kelembagaan 54 cabang olahraga dalam rangka peningkatan prestasi olahraga Rp 500 miliar, dan pembiayaan kongres KNPI Pusat 2015 Rp 5 miliar.
βDari jumlah itu yang paling urgent adalah anggaran untuk persiapan Asian Games. Kedua, kami ingin juga menguatkan kelembagaan cabang olahrag dan stakeholder lain, KONI dan KOI. Karena bicara prestasi secara terbuka harus ada peningkatan anggaran, tapi saat ini seperti yang diketahui bahwa anggaran itu terbatas, β kata Imam, usai rapat kerja.
"Harapannya tentu hal ini bisa menjadi perhatian Badan Anggaran dan Komisi X agar bisa menggoalkan jumlah itu," imbuhnya.
Senada, Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Gatot S. Dewa Broto mengatakan, usulan anggaran penyelenggaraan Asian Games itu baru tahap awal. Kedepannya anggaran Asian Games akan diusulkan kembali pada tahun berikutnya.
βJumlah itu masih tahap awal saja. Karena terus terang kami juga masih menunggu laporan dari KOI terkait venue-venue yang akan digunakan apa saja, dan cabang olahraga yang akan dipertandingkan,β katanya.
Sementara terkait jumlah yang diusulkan hanya Rp 381,946 miliar Gatot menjelaskan, kalau usulan itu hanya untuk membayar deposit fee (jaminan tuan rumah) dan Public Relation (dalam rangka promosi Asian Games) kepada Dewan Olimpiade Asia (OCA) yakni Rp 212 miliar, sementara sisanya untuk persiapan kebutuhan fisik lainnya.
"Lagipula deposit fee itu sejatinya akan dikembalikan kepada kita, sebagai tuan rumah," sahutnya.
Ditanya kapan uang deposit itu akan dikeluarkan? Gatot mengungkapkan akan secepatnya diberikan kepada Dewan Olimpiade Asia. βDana ini akan kami berikan secepatnya jika anggaran APBN-P 2015 sudah ketok palu. Karena ini penting, Keppres belum jadi saja sudah ditanya OCA, apalagi deposit fee,β tambahnya.Β
(mcy/din)











































