Ketiganya menerima penghargaan dalam seremoni yang digelar di Sama-Sama Hotel, Sepang, Malaysia, Kamis (5/2/2015) malam waktu setempat. Imanuel, Sigit, dan Rey diganjar penghargaan atas prestasi yang diraih selama tahun 2014.
Imanuel menjadi juara di ajang Suzuka 4 Hours Endurance Race yang digelar di Sirkuit Suzuka, Jepang, bulan Juli 2014 lalu. Sementara itu, Sigit menempati posisi runner-up.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu bagi Sigit, ini adalah kali kedua secara beruntun dia mendapat penghargaan ini. Tahun lalu, pebalap asal Yogyakarta itu juga menyabet penghargaan yang sama.
"Saya senang karena ini penghargaan kedua saya. Nggak nyangka bisa tetap mempertahankan kemampuan. Ini jadi penyemangat bagi saya agar jadi lebih baik lagi," ujar Sigit yang ditemui detikSport usai dianugerahi penghargaan tersebut.
Satu lagi rider yang mendapat penghargaan dalam Yamaha Rider Award adalah Rey Ratukore. Pebalap 26 tahun itu menjadi yang terbaik di Suzuka Sunday Race yang merupakan seleksi ke Suzuka 4 Hours. Namun cedera tangan menahan langkahnya untuk tampil di Suzuka 4 Hours. Rey lalu membayarnya dengan jadi jawara kelas 250 cc Yamaha Asean Cup Race mewakili tim Indonesia.
"Saya sangat bangga dianugerahi Yamaha Rider Award. Terimakasih Yamaha, ini sebuah penghargaan besar apalagi langsung dari Jepang. Saya belajar banyak tidak hanya membalap saja tapi manajemen diri. Jadi makin termotivasi berprestasi di tingkat lebih tinggi lagi," ujar Rey.
Manajer Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Supriyanto, berharap penghargaan ini bisa melecut semangat ketiganya untuk lebih berprestasi.
"Penghargaan seperti ini mendongkrak mental rider untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi lagi. Terlebih ini diberikan di hadapan para pembalap Yamaha MotoGP dan Asia. Rey layak menerimanya, mengingat perjuangannya tahun lalu. Kami berharap ini menjadi motivasi bagi pebalap Indonesia lainnya khususnya pebalap-pebalap muda Yamaha," ucap Supriyanto.
(nds/krs)











































